BERSYUKUR DENGAN BERKACA

Wah, ternyata blog ini sudah jarang dikunjungi bahkan oleh pemiliknya sekalipun. Parah. Soalnya kampus lagi sibuk-sibuknya dan membuat jadwal agar semua kegiatan mendapat porsi waktu yang tepat ternyata tidak mudah. Apalagi, sebentar lagi praktikum sudah mau mulai ditambah mading yang belum keisi padahal udah lewat waktu deadlinenya. Jadilah blog ini sebagai korbannya, termasuk juga saya yang sempat tepar selama 3 hari.

Ok. Salah satu kegiatan yang saya maksudkan diatas adalah menyelesaiakan salah satu tugas dosen yang lagi menyelesaiakan S3 di UGM tapi saya tidak akan menceritakan tugas apa itu melainkan sebuah hal menarik ketika saya melakukan perjalanan ke rumah beliau.

Kala itu sore, senin sore. Kami yang beranggotakan 4 mahasiswa mendapat pesan singkat untuk ke rumah salah seorang dosen di jurusan saya. Kami berangkat setelah hujan reda. Eh, tentang hujan, keliatannya akhir-akhir begitu gampang ditebak kapan hujan akan turun dan sore menjelang jam 4 adalah waktu terfavorit hujan untuk menangisi keadaan bumi. Dan hujan juga merupakan salah satu alasan kenapa kegiatan begitu penuh bulan ini.

Ok. Kembali ke tugas tadi. Di perjalanan. Eh, tepatnya disebuah perempatan,  saya sedang melihat seorang bapak. Terlihat dari uban yang lebat dan keriput, beliau sudah berumur 50 tahunan kira-kira. Beliau sedang berusaha menyeberang jalan sambil membawa barang dagangannya.

Bapak tadi menjadi kaca bagi saya kala itu. Saya sering mengeluh dan jarang mensyukuri akan apa yang saya dapat selama ini. Entah berapa banyak hal yang saya dapati tetapi diri ini selalu mencari sesuatu yang belum dipunyai. Entah berapa banyak hal yang saya miliki tetapi diri ini menganggap hal tersebut merupakan sesuatu yang sering didapat orang pada umunya. Jadi malu sendiri pada bapak tadi. Jadi ingat kata-kata bijak “be thankful about what you have. You’ll end up having more…if you concentrate on what you don’t have, you will never ever have enough”. Pembelajarannya, berkaca dengan orang lain merupakan salah satu cara terbaik untuk berbenah diri dan bersyukur.:D

SECUIL CERITA DARI JOGJA(BAGIAN 2-SELESAI)

Transport yang paling memadai dan sangat mengerti Jogja tentulah Transjoga. Saya putuskan untuk naik alat trnasportasi murah ini untuk sampai ke SMP 14. Namun, saya merasa dibohongi oleh operator yang lagi shift jaga kala itu. Begini. Saya buta akan Jogja dan bertanya pada operator transjogja adalah pilihan terbaik saat itu. Operator menjelaskan dengan sistematis bus mana yang haus saya naiki dan berhenti di halte sebelah mana. Dan, saya ikuti saran dari operator itu dengan baik.

Bus yang saya tunggu datang, saya naik dengan tertib. Saya turun dulu di Ahmad Dahlan dan naik bus lagi. Saya diam sampai akhirnya saya melihat papan penunjuk arah yang sering ada di pinggir jalan. Belok kiri: Malioboro. Si supir pun membanting setir bus ke kiri. Tak lama kemudian saya sampai di SMP 14. Sayapun sampai dirumah. Setelah bertanya, ternyata SMP 14 itu hanya berada di ‘sebelah'(saking dekatnya) Malioboro. Naik becak 10 menit sampailah. Jalan kaki juga bisa sambil olahraga. Kira-kira 20-25 menit. Namun, ambil bagusnya saja. Paling tidak, saya bisa melihat ‘kiri-kanan’-nya Jogja.hhe

Setelah bersalaman dan ngobrol-ngobrol dengan Paman, saya langsung meluncur ke Malioboro. Eh, bukan. Taman Pintar. Persisnya di sebelah Taman Pintar. Yup, toko buku shopping. Pertama saya ragu, apakah ini toko buku yang saya tuju. Alasannya, tidak ada kata ‘shopping’ disitu. Isinya adalah segerombolan toko buku malah dengan nama yang berbeda-beda tentunya. Dibayangan saya, Shopping itu semacam Gramedialah. Setelah saya hubungi seorang teman, ternyata memang benar adanya. Inilah tempat yang saya tuju. Sangat berbeda dari bayangan awal.

Saya langsung sibuk sendiri mencari buku yang ingin saya beli. Karya Salim A. Fillah yang direkomendasikan dari seorang teman. Setelah keliling, akhirnya dapat juga dan tentunya dengan harga yang relatif terjangkau.

Tanpa berlama-lama, saya langsung keluar. Adzan ashar langsung berkumandang. Beruntung, sebelah shopping ada mushola kecil dan terlihat sangat terawat. Terbukti dari kebersihannya yang membuat jamaah lain-termasuk saya-merasa nyaman.

Selesai sholat, saya langsung bergegas pulang tapi karena Paman saya masih keluar jadi saya menunggu di perempatan kantor pos sampai jam 5 sore. Cukup lama memang tapi terasa sebentar. Ternyata diperempatan ini sangat enak buat menyendiri walaupun rame.hhe

Saya tengadahkan kepala keatas. Awan semakin pekat diikuti gerakan awan hitam yang abnormal. Saya berhasil membaca pertanda dari langit. Saya berdiri dan bergegas pulang. Tak lama kemudian, hujan turun.

 

….SELESAI….

 

 

SECUIL CERITA DARI JOGJA(BAGIAN 1)

Senin pagi di penghujung bulan September, jam digital di HP tua saya hampir menunjukkan jam 8. Sambil menunggu kuliah, saya dan beberapa orang teman sedang membahas tugas besar mata kuliah metodelogi penelitian dengan asyiknya. Sampai akhirnya, deringan HP tua saya memutuskan pembicaraan kami ditengah-tengah. Ada telepon masuk ternyata, dari nomer tak dikenal pula.

“hallo..” jawab saya
“hallo, ini Yandi kah?” balasnya. Dari suaranya yang berat, sangat terlihat orang ini adalah orang tua dan saya tak asing dengan suara ini. Paman
“enggih, kenapa nggah?(iya, kenapa paman?)” jawabku dengan sopan
“angah di Jogja, bisa kesini kada?aku kada tau wadahkam(paman dijogja, bisa kesini tidak?paman tidak tau tempatmu)”
“Enggih, insya Allah hari sabtu”
“kutunggu”

Pembicaraan berakhir.

2 Oktober 2010

Hati saya senang bukan main. Untuk yang kedua kalinya selama kuliah, saya diberi kesempatan untuk mengunjungi kota gudeg, Jogja. Termasuk jarang, sangat jarang malah jika melihat fakta bahwa jarak Solo-Jogja dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. Alasan yang kuat adalah saya bukan tipe orang yang suka keluar rumah. Jadi, banyak waktu saya habiskan dikampus dan kos. Toh, kunjungan saya kali ini hanya dilatarbelakangi oleh ajakan paman dan ingin sedikt cabut dari kesibukan kampus. Dan, kata-kata”travel often;getting lost will help you find yourself” sangat memotivasi saya kala itu walapupun arti dari kata-kata itu bukan arti travel yang sebenarnya.

Kebetulan(sangat), akhir pekan itu ada teman seangkatan yang berniat pulang ke rumahnya di Jogja jadi kami putuskan untuk berangkat bersama.

Dengan mengeliminasi apa yang terjadi di kereta waktu itu-karena memang tidak ada kejadian menarik-, saya menginjakkan kaki juga distasiun Tugu Malioboro, Jogja dan kami berdua langsung berpisah karena rumah teman saya berada di Sleman sedangkan saya harus ke tempat paman saya menginap di dekat SMP 14. Semenjak itu pula, saya langsung teringat toko buku shopping disebelah Taman Pintar. Dengan membuat kebijakan ekonomi yang sedikit konservatif, saya teguhkan dalam hati bahwa saya tidak akan membeli apa-apa kecuali buku di toko buku tadi. Bukan kenapa-kenapa, saya ingat bahwa saat itu adalah akhir bulan, saat-saat paling ‘mencekik’ bagi anak perantau seperti saya.

……..bersambung di secuil cerita dari jogja(bagian 2)………

UNTITLE…

10 September 2010
Bertepatan dengan hari raya idul fitri, saya yang dikos sendiri memutuskan beres-beres dan bersih-bersih kamar. Daripada tidak ada yang dikerjakan, pikir saya.

Dari atas sampai bawah, lemari, meja, lantai, kasur, bantal, kardus-kardus saya beresakan dan membuang segala sesuatunya yang menurut saya sudah tidak layak pakai seperti kertas-kerats bekas laporan, kardus-kardus kecil dll.

Tapi, saya menemukan tumpukan kertas yang sudah lama tidak saya lihat. Masih rapi. Tidak berkurang satupun, masih tersimpan sangat rapi dan terbungkus sangat baik dengan plastik yang sering saya dapat ketika memotokopi materi kuliah.

to Mad Yandi
From: E**ong
…Mad, nek ketemu moga2 kamu udah beda dari yang sekarang. Udah g cupu ;agi,sekarang sih sudah mending daripada kelas 1 dan 2…tapi kurang berkembang. Komunikasi ma cewek donk mad biar dianggap friendly…friend forever mad

From: E***a Muti’ah
…nggak nyangka liad kamu yang sekarang. Dulu tuch, kamu pendiam bgt, pemalu bgt. Aku suka geli sendiri klo km lagi digodain trus mukamu merah smw.he…tapi lihatlah sekarang…Beda bgt!!!…
…Smoga, selepas SMA ini kamu bs jauh lebih percaya diri!!

From: P**i Eva R
…alhamdulilah udh 6 taun qta disini & 6 taun aq temenan ma u…cuma skrg u udh lumayan banyak berubah…bnr2 jgn lupain qta2…be better everyday yah

From: H*r*a aka April
mad, bener gak sih banyak2 makan semangka bisa bikin tinggi?he…kalo lwat tempat yang rendah jangan lupa ngrunduk ya mad biar gak kebentur.he..pesanq,jgn terlalu dingin ma wanita. gapai masa depanmu…

From: Ar**f Rosianto
dari luar sok2an pendiem tapi klo dah tau dalemnya…pokoknya dalemnya ancur banget deh. muka tak mencerminkan prilaku

Kira-kira begitu isinya. Tidak semua memang saya tuliskan karena kertas ini adalah kesan-kesan kami, anak SMA Semesta angkatan 2008 terhadap teman satu angkatan yang kebetulan berjumlah 75 anak(klo g salah). Itu sudah termasuk siswa dan siswi. Sedikit memang jika dibanding dengan SMA-SMA pada umumnya tapi hal ini pula, yang menurut saya yang mendekatkan kami satu sama lain. Saling peduli dan mengerti bahkan ketika kami sudah duduk dibangku kuliah.

Ingatan saya langsung melayang kekejadian 2 tahun lalu, ketika ada acara ulang tahun sekolah dimana saya memperlaihatkan sesuatu yang ‘bukan saya’. Nyanyi di depan adik-adik kelas dan mungkin mereka mau muntah-muntah ketika saya naik ke panggung. Astagaaaa. Kalau tidak teman baik saya yang maksa, saya tidak akan mau tuh.

Malu bercampur lucu jika ingat hal itu ketika saya sendirian dikos. Tapi tak apalah, paling tidak saya meninggalakan sesuatu di SMA saya walau hal gila sekalipun.

Kepada 6th Miracles, saya mau berterima kasih karena telah menganggap saya teman bahkan sampai sekarang sekaligus ingin minta maaf jika memang sering mengecewakan(mumpung lebaran). Saya yakin suatu saat setiap dari kita akan jadi ‘orang’ seperti orang-orang disekitar kita harapkan. Amien

SETELAH 3 KALI ‘BOLOS’,AKHIRNYA SAYA IKUT

Mulai kembali aktif membuka situs bengawan dan membaca blo para blogger-blogger solo. Mungkin karena sekarang ini bulan Agustus, banyak sekali blog yang membahas tentang 17an. Mulai dari yang meragukan kecintaan bangsa kepada negaranya sampai mengulas kurang tegasnya pemerintah mengenai kasus-kasus yang sering terjadi. Kebanyakan didominasi oleh keluhan-keluhan dan rasa kecewa tapi yang membuat saya salut, setiap paragrap terakhir, si blogger selalu mengaku bahwa mereka masih bangga dengan Indonesia.
17 Agustus pagi hari……..

Saya melakukan kebiasaan yang tak biasa setelah 3 tahun. Upacara 17an.
Saya tidak mengerti kenapa pihak fakultas punya usul seperti ini. Para mahasiswa yang menerima beasiswa wajib mengikuti upacara 17an. Dan, saya adalah salah satunya tetapi tak apalah pikir saya, toh hanya setahun sekali.
Nah, kebetulan pak rektor yang menjadi pimpinan upacara juga menyampaikan hal-hal yang hampir sama dengan apa yang disampaikan oleh blogger-blogger bangawan. Keluhan. Kali ini tentang terlalu seringnya para pemimpin kita mengumbar janji tanpa ada realisasi. Ironis. Sekaligus menyedihkan. talk less do more lah. Itu inti pembicaraan pak rektor.

Di akhir pembicaraannya, pak rektor minta pamit dan memohon maaf. Kebetulan, periode ini adalah periode terakhir beliau memimpin sebagai rektor.

NB:semoga 17an kali ini menjadi titik balik untuk Indonesia. Apalagi, sekarang bulan ramadhan, bulan dimana Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 1945.

CATATAN INI,CATATAN ITU

Kembali menjamah blog yang sudah lama menjamur. Postingan pertama bulan ini, postingan pertama diawal semester 5, dan postingan pertama setelah pulang dari rumah.
Hanya ingin membuat catatan-catatan kecil tentang apa yang terjadi di semester ini. Walaupun tidak banyak hal menarik yang terjadi selama kurang lebih 5 bulan ini tetapi menurut saya tidak apa-apa untuk dijadikan postingan awal semester baru.

1. Meraka selalu bertanya tentang IP, IP dan IP
Sebenarnya saya tidak datang ketika acara yudisium tanggal 5 tetapi nilai bisa dilihat melalui online. Jadi, saya minta tolong kepada seorang teman untuk ngeliatin nila-nilai saya karena,maaf saja, ditempat saya nyari internet susah minta ampun. Ada memang tetapi tidak 24 jam buka. Koneksinya pun sangat menyeramkan.
Beruntungnya, teman saya langsung cepat tanggap. Nilai-nilai beserta IPnya langsung dismsin.
Tidak begitu bagus memang mengenai IP yang saya peroleh(cuma 3 lebih sedikit) tetapi apapun hasilnya, jika melihat catatan-catatan yang akan saya tulis berikutnya, sudah sepantasnya saya meninggalkan senyum dan bersyukur.

2. Periode Maret-April adalah saat-saat tersulit
Inilah sebabnya kenapa saya harus tetap bersyukur. Banyak hal yang menggangu pikiran saya yang terdengar sedikin cemen jika saya tuliskan. Padahal, ketika itu, HMJ saya lagi mengadakan acara tahunan yang besar(maaf kepada mas-mas KMTM karena saya tidak dapat berbuat banyak). Beruntung, saya mempunyai orang-orang terdekat dari 6th Miracles yang dengan senang hati membantu dan menghibur. Selain itu, saya juga sering membuat literatur berbentuk tulisan agar masalah saya cepat selesai karena katanya dengan mengubahnya dalam bentuk literatur, suatu masalah akan terasa ringan untuk dipikul. Mencari kesibukan lain bisa menjadi jurus jitu juga.

3. Diplotkan di tempat yang saya suka dan yang tidak saya suka
Kali ini maslah organisasi. Karena saking susahnya kuliah dijurusan saya(setiap ada wisuda, jurusan saya selalu menjadi jurusan yang paling sedikit meluluskan mahsiswa), saya memutuskan untuk mengikuti hanya 2 organisasi. HMJ(disini dikenal KMTM) dan ormawa tingkat fakultas. Masalah datang ketika saya ditempatkan dibidang yang bukan menjadi kesukaan saya. Otomatis, setiap rapat terasa membosankan dan saya selalu menjadi anggota yang selalu pasif. Selain itu, saya juga tidak begitu suka dengan orang-orang yang berkecimpung disatu ormawa dengan saya. Mereka lebih suka menggerakkan mulut daripada menggerakan kaki-kaki dan tangan-tangan mereka.
Berbeda dengan ormawa satunya. Saya ditempatkan dibidang dimana saya belum begitu bisa tetapi saya menyukainya yaitu dibidang tulis menulis dan semacamnya. Semoga dengan begini, bisa menambah minat saya untuk sering membaca dan menulis.

4. Ramadhan yang ke-3, saya tidak lakukan di Semesta
Memang kontras perbedaan ramdahan jika dilakukan di Semesta dan di luar. Di Semesta, apa-apa dilakukan bersama. Mulai sahur sampai buka. Malah, kami sering menjajah rumah temen untuk berbuka yang idenya salau datang dari walikelas(menurut saya usul ini sedikit kejam tapi saya suka). Sekarang, mulai dari sahur sampai buka saya selalu sendiri. Benar-benar saya merindukan Semesta.

5. Menjadi senang untuk bercakap dalam bahasa Inggris
After seeing Hannah Montana the movie(staring by myley cyrus) and Secret Life of Bees(sataring by Dakota Fanning), I like speaking in english but then I realize that my english is getting bad. Keliatannya saya harus nyari buku opportunities dan fotocopyan tugas-tugas yang dikasih pak rifat dulu.

KALA JOGO BONITO HARUS TAKLUK

Entah daya magis apa yang ada di Piala Dunia kali ini, tapi tim-tim yang saya unggulkan harus menelan pil pahit semua. Dimulai dari Itali yang harus tersingkir lebih awal menyusul ‘teman senasibnya’ yaitu Prancis. Kemudian, Inggris harus ‘ikut-ikutan’ pingin pulang cepat karena dibantai Jerman dengan skor yang banyak ditulis sebagi headline surat-surat kabar nasional kita, 4-1. Dan, tadi malam, negara dengan segudang talenta sepak bolanya, Brazil, nyusul juga setelah dihempaskan Belanda dengan gol bejo Melo dan sundulan Sneijder.

Sebenarnya, tadi malam saya sangat yakin dengan skuad Brazil. Alasan pertama, saya tidak begitu percaya dengan barisan belakang Belanda karena kebanyakan diisi oleh pemain yang ‘hanya’ bermain diklub lokal plus diisi oleh pemain-pemain yang sudah keriput seperti van Bronkhost dan Oijer. Kedua, lihatlah barisan depan Brazil, diisi pemain sekaliber Kaka yang merupakan pemain terbaik dunia 2007 didampingi si ‘pele baru’ Robinho dan Luis Fabiano. Ketiga, Brazil dilatih yang dulu adalah seorang pemain jangkar dan pikir saya si Dunga pasti tahu bagaimana mematikan pemain seperti Robben atau Sneijder. Itu sih analisa orang awam seperti saya. Tak tau dah bagaimana komentar para komentator yang sering ngomeni Liga Indonesia. Biasanya sih mereka lebay.

Tapi, dilapangan semua berjalan tidak sesuai dengan analisa payah saya. Brazil memang unggul di 45 menit pertama lewat sepakan Robinho tapi dibabak kedua mereka melempem. Entah apa yang ada di pikiran Dunga.

Dan, yang membuat saya sangat emosi, itu loh, ‘akting’nya Robben yang berlebihan. Sebetulnya, yang harus nginjek-nginjek Robben tak hanya Melo seorang, semua pemain saja bila perlu.

Yah, mungkin untuk Piala dunia kali ini, Jogo Bonito Brazil harus takluk dulu dengan total football Belanda.

KESIALAN BERLAPIS

Mungkin sedikit lebay tapi apa harus dikata. Saya merasa sial malam itu. Benar-benar sial.
Oke. Gini. Malam itu tidak salah hari Senin dan malamnya ada pertandingan Brazil vs Cile. Ada tidak hubungannya dengan bola akan anda mengerti jika mengikuti cerita ini dengan baik dan benar.
Malam itu saya memutuskan untuk menginap dikampus, disekre HMJ saya. Kami sering menyebutnya KMTM(keluarga mahasiswa teknik mesin). Kebetulan sudah 2 minggu lebih tidak main-main kesini. Yah, harus gimana lagi. 1 minggu saya hrs ujian dan 1 minggu untuk persiapan matang. memang sudah terbiasa begini karena klo saya belajar malam sebelum ujian, saya merasa belum siap dan saya bakal benar-benar panik.
Ok. Kembali ke cerita diawal tadi. Nginap dikampus merupakan kebiasaan saya ketika semester 3 dimulai. Bukan kenapa-kenapa, saya hanya merasa dirumah saja ketika disekre. Dan malam itu saya dan teman-teman berencana untuk menyaksikan Brazil vs Cile. Sayapun memutuskan untuk tidur lebih awal dan mengatur alarm hp untuk bisa bangun jam 1 pagi. Tiba-tiba jam 11 diri ini sangat ingin kekamar mandi. Anda pasti tahu lah. Namun, sial memang susah ditolak. Kamar mandi dikuci. oke, mari berpikir logis. Buat apa kamar mandi dikunci??apakah terbesut dipikaran anda untuk mencuri salah satu instrumen kamar mandi kampus?? atau ada yang berpikiran untuk menjadikan gayung sebagai hiasan dinding??
Saya putuskan untuk ngungsi di kamar mandi kampus sebelah. Kebetulan kampus bersebelahan dengan Institut Seni Indonesia.
Sepulang ‘bertualang malam-malam’, tau-tau dikmtm ada program pengusiran tomket(itu loh, binatang yang bisa nyebabin dompo atau herpes). ‘ketua panitia’nya pun menyulutkan api pada sebuah kain yang diikatkan pada sebuah kayu. Saya pun menunda tidur sambil bantu temen-temen.
Selesai jm 12, saya memutuskan tidur soalnya kantuk sudah tak dapat ditahan. padahjal, alarm sya st jm 1 pagi. Lagi-lagi sial, melihat jam ketika bangun sudah menunjukkan jam 5 pagi. Pertanda bahwa brazil mainnya sudah selsesai 2 jam lalu. Pertanda bahwa saya bangunnya telat. Dan pertanda bahwa saya benar-benar dijerat undang-undang kesialan berlapis

Note: hanya ungkapan kekesalan, padahal saya sangat ingin melihat Ricardo Kaka main. Karena pas Brazil vs Portugal Kaka lagi kena skorsing

SEDIKIT REHAT

Akhirnya, setelah sibuk untuk persiapan UAS semester ini, saya ada waktu juga untuk ngeblog. Ini waktu yang saya harapkan setelah 2 minggu hanya berkutat pada buku-buku eksak. Bosan. Sangat bosan.
Tapi, sebenarny tidak setiap hari liat buku terus. Ada sedikit waktu. Waktu yang memang saya persiapkan untuk nonton bola. Ya, saya(bukan cuma saya) lagi kena demam bola Piala Dunia. Sayang, jagoan saya italia harus pulang awal. Padahal, mereka adalah juara bertahan. Dari awal saya memang tak yakin dengan Italia. Skuad yang dibawa sudah banyak yang sudah kelebihan umur tapi masih tetep saja eksis. Entah apa yang yang ada dipikiran Marcello Lippi.
Tapi, seperti biasa, setiap ada laga Piala Dunia, ada saja yang nyeletuk ‘kapan Indonesia bisa ke Piala dunia ya??’. ya, celetukan bernada sinis dan pesimis jika melihat prestasi sepakbola kita saat ini. Setiap laga yang sering dibumbui hal-hal anarki. Adu jotos, lemparan botol dari penonton adalah hal yang biasa dan sangat gampang ditemukan ketika kita nonton laga sepakbola Tanah Air. Diperparah dengan tidak mundurnya ketua PSSI kita, dengan alasan tidak jelas padahal selama menjabat tidak pernah ada satu tropi pun yang datang kelemari koleksi piala PSSI. Entah tahun berapa terakhir kali kita membawa tropi.
Sangat merasa suram(kata-kata yang sering digunakan teman saya sunni) ketika ‘melakoni’ ujian terakhir. Entah kenapa konsentrasi saya teralih kepada hal lain. Hal yang menurut saya tidak penting tetapi selalu kepikiran terus. Konsen kembali ketika satu jam ngeliatin soal. Dan beruntungnya, saya masih bisa menyelesaikan soal-soal itu(terlepas benar atau salah sii).
Tapi, diatas semua itu, saya benar-benar butuh rehat. Butuh jeda untuk lepas dari rutinitas kampus yang melelahkan dan sering kali membosankan.
Saya benar-benar butuh jeda, butuh rehat. Sedikit saja

R.I.P RACHEL CORRIE

Terlambat memang untuk menyatakan selamat jalan kepada si Rachel ini. Kenapa? karena dia telah tiada sekiar 7 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2003, ketika saya masih 13 tahun dan belum nyadar bahwa perang Israel-Palestina benar-benar “ngeksis”
Sangat penasaran pada sosok yang satu ini karena mendadak kaget ketika namanya diabadikan sebagai nama kapal yang membawa balada bantuan ke Gazza. Ternyata dia adalah satu dari ribuan korban tak bersalah yang harus bertemu maut karena konflik Israel-Palestina. Kematian yang tragis. Tubuhnya dilindas berkali-kali oleh buldozer Israel yang ingin menghancurkan rumah seorang warga Palestina.
Sebenarnya Rachel hanyalah seorang mahasiswa biasa. Cuti dari kuliah karena ikut dalam organisasi kemanusiaan yang kemudian erbang ke Gazza untuk melakukan misi kemanusiaannya itu.
Rachel, dalam surat elektronik yang ditujukan untuk orangtuanya, sangat ingin hidup normal seperti para remaja amerika pada umumnya tetapi dia merasa tidak bisa mewujudkannya sementara ada orang-orang dari belahan dunia lain yang membutuhkan bantuan dari genosida yang tersembunyi dengan rapi.
Namun, misi ini ternyata merupakan ajal Rachel yang harus terbunuh secara tragis. Anehnya, pihak Amerika menuding bahwa misi yang dilakukan Rachel merupakan sesuatu yang bodoh.
Sekarang, namanya diabadikan sebagai nama kapal kemanusiaan untuk Gazza. Rachel memang sudah tiada tetapi semangat Rachel tetap ada di dada para relawan Gazza.

Blog at WordPress.com.