SECUIL CERITA DARI JOGJA(BAGIAN 2-SELESAI)

Transport yang paling memadai dan sangat mengerti Jogja tentulah Transjoga. Saya putuskan untuk naik alat trnasportasi murah ini untuk sampai ke SMP 14. Namun, saya merasa dibohongi oleh operator yang lagi shift jaga kala itu. Begini. Saya buta akan Jogja dan bertanya pada operator transjogja adalah pilihan terbaik saat itu. Operator menjelaskan dengan sistematis bus mana yang haus saya naiki dan berhenti di halte sebelah mana. Dan, saya ikuti saran dari operator itu dengan baik.

Bus yang saya tunggu datang, saya naik dengan tertib. Saya turun dulu di Ahmad Dahlan dan naik bus lagi. Saya diam sampai akhirnya saya melihat papan penunjuk arah yang sering ada di pinggir jalan. Belok kiri: Malioboro. Si supir pun membanting setir bus ke kiri. Tak lama kemudian saya sampai di SMP 14. Sayapun sampai dirumah. Setelah bertanya, ternyata SMP 14 itu hanya berada di ‘sebelah'(saking dekatnya) Malioboro. Naik becak 10 menit sampailah. Jalan kaki juga bisa sambil olahraga. Kira-kira 20-25 menit. Namun, ambil bagusnya saja. Paling tidak, saya bisa melihat ‘kiri-kanan’-nya Jogja.hhe

Setelah bersalaman dan ngobrol-ngobrol dengan Paman, saya langsung meluncur ke Malioboro. Eh, bukan. Taman Pintar. Persisnya di sebelah Taman Pintar. Yup, toko buku shopping. Pertama saya ragu, apakah ini toko buku yang saya tuju. Alasannya, tidak ada kata ‘shopping’ disitu. Isinya adalah segerombolan toko buku malah dengan nama yang berbeda-beda tentunya. Dibayangan saya, Shopping itu semacam Gramedialah. Setelah saya hubungi seorang teman, ternyata memang benar adanya. Inilah tempat yang saya tuju. Sangat berbeda dari bayangan awal.

Saya langsung sibuk sendiri mencari buku yang ingin saya beli. Karya Salim A. Fillah yang direkomendasikan dari seorang teman. Setelah keliling, akhirnya dapat juga dan tentunya dengan harga yang relatif terjangkau.

Tanpa berlama-lama, saya langsung keluar. Adzan ashar langsung berkumandang. Beruntung, sebelah shopping ada mushola kecil dan terlihat sangat terawat. Terbukti dari kebersihannya yang membuat jamaah lain-termasuk saya-merasa nyaman.

Selesai sholat, saya langsung bergegas pulang tapi karena Paman saya masih keluar jadi saya menunggu di perempatan kantor pos sampai jam 5 sore. Cukup lama memang tapi terasa sebentar. Ternyata diperempatan ini sangat enak buat menyendiri walaupun rame.hhe

Saya tengadahkan kepala keatas. Awan semakin pekat diikuti gerakan awan hitam yang abnormal. Saya berhasil membaca pertanda dari langit. Saya berdiri dan bergegas pulang. Tak lama kemudian, hujan turun.

 

….SELESAI….

 

 

Blog at WordPress.com.