INSOMNIA

Ah, malam-malam saya tidak pernah sesuntuk ini sebelumnya.

Jadi begini ceritanya. Kan sudah saya uraikan sebelumnya bahwa saya dikasih kerjaan yang durasinya satu tahun. Sampai-sampai saya mengorbakan untuk tidak aktif kuliah lagi semester depan gara-gara kerjaan ini. Selain karena sudah malas kuliah-semester akhir ternyata sebosan ini,nilai IPK yang menurut otak bodoh saya sudah berada di zona nyaman-yang ini jangan ditiru, saya ingin fokus dikerjaan saya tadi secara total. Kerjaan di HMJ saya. Dan kalau mengingat-ingat betapa tak rapinya HMJ saya, tak terorganisasi dengan baik, saya pikir saya memeng harus ekstra fokus.

Kerjaan tak saya sangka sebanyak ini. Urus ini itu. Birokrasi aneh pula. Hadeh. kadang-kadang saya merasa kehabisan bensin. Tercatat kalau tidak salah saya sudah 2 kali sakit.

Dan, ujung-ujungnya menggangu tidur malam saya. Tak tahu ini sehat apa tidak tapi saya mulai terbiasa tidur jam 1 sampai jam 2 pagi. Sebenarnya ketika sudah pulang ke kos tubuh maunya istirahat tapi ketika sudah bertemu ranjang kok mata tidak mau nutup ya. Dikepala ada saja pikiran macam-macam. Entah itu masalah kuliah, HMJ dll.
Sudah saya coba baca buku, baca blog orang, baca artikel macam-mcam tapi tak mampan juga. Pernah sih nemu formula yahud agar cepet tidur: baca textbook perkulihan. Tapi lama-lama kok udah tidak mempan. Harus cari alternatif yang lain juga bingung.

Pernah ada pikiran buat beli obat tidur tapi takut ketagihan. Saya belum pernah konsultasi ke teman-teman saya sii buat masalah ini. Masih cari-cari alternatif sendiri. Ah, semoga menulis ini bisa jadi jalan keluarnya.

UNTITLE(3)

Entah sudah berapa kali saya menulis tanpa judul. Rasanya susah sekali menemukan judul untuk tulisan ini.
Sudah lama rasanya tidak menulis. Rasanya aneh karena menurut saya menulis adalah teman ngobrol yang baik. Tapi apa harus dikata, saya benar-benar tak punya waktu untuk membuka blog ini.
Sebenarnya saya tidak tahu mau menulis apa. Saya cuma mau menghabiskan malam yang rasanya tak mau saya tinggal sendiri.
Akhir-akhir ini tekanan dikampus rasanya berat luar biasa. Setelah lelah seminggu karena ada dosen yang minta tolong untuk bantu-bantu mempersiapkan seminar internasionalnya. Hanya berselang sehari saya dan teman-teman saya harus menyiapkan pelantikan dan mengadakan raker yang mundur karena seminar tadi. Dan, ada banyak kerjaan lain yang harus dikerjakan segera.
Tapi, apa yang saya petik dari semuanya tadi sungguh sebanding. Saya dipaksa untuk berpikir lebih tenang dan sabar. Saya sadar bahwa saya tidak sendiri. Saya jadi tahu indahnya kerja sama. Saya jadi tahu karakter banyak orang. Saya jadi tahu bahwa emosi, pada momen tertentu, memang harus ditekan ke titik terendah. Dan, yang paling penting, semuanya tadi melatih saya untuk menjadi “saya”, memahami bahwa akan selalu ada jarak antara kemauan saya dan realita. Dan, tak penting siapa dirimu, manusia selalu mempunyai sifat memimpin dalam dirinya dan semua orang mempunyai seninya sendiri-sendiri.

PS:menulis lagi rasanya lega. saya jadi optimis lagi.

AKHIR PEKAN

Ekspektasi

Akhir pekan ini saya maunya lebih produktif dari minggu-minggu sebelumnya. Yang dari banyak tidur ke kegiatan yang tidak biasa. Saya inging mendalami software-software yang terlanjur terinstall di kompi saya. Solidwork, fortran, pipe flow, matlab, dan menyelesaikan membaca buku Kebangkitan karangan Tolstoy. Kemudian mengerjakan tugas perpindahan panas yang sudah 80% selesai. Kan tanggung. Pergi ke toko buku Togamas sambil lihat-lihat buku apa yang baru. Kemudian membersihkan kamar yang debunya sudah membuat saya bersin bolak-balik. Setelah itu ditutup dengan nonton film lama 500 Days of Summer atau Shawshank Redemption.

Nyatanya

Permulaan sudah buruk karena habis subuh tidur lagi dan bangun jam sembilan. Ingin hati membersihkan kamar tapi apa daya setelah pak kos bilang bahwa kamar sebentar lagi mau dicat. Belik ke rencana lain. Belajar software. Lagi-lagi sial. Software solidwork yang sangat kebelet saya pelajari ternyata lupa minta cracknya sehingga tidak dapat dibuka. Alhasil, hanya software matlab yang semapt saya pelajari. Lumayanlah daripada tidak samasekali. Lanjut ke pekerjaan kuliah. Tugas perpindahan panas yang kurang sedikti lagi ternyata masih kurang materi. Maklum, ini tugas pembuatan makalah bukan mengarang indah.

Bosan karena kos sepi, saya putuskan untuk main ke kos teman. Sampai disana malah asyik ngobrol bola sampai sore. Malamnya yang saya rencanakna untuk nonton film ternyata harus diundur dulu. Liverpool main. Menag 5-0 pula. Sip lah. Lanjut nonton Madrid. Satu kesimpulan ketika nonton Madid. Mourinho adalah sosok pelatih yang merusak keindahan sepakbola. Main pragmatis tetapi bisa menang besar lawan Valencia. Aneh.

MINGGU YANG MELELAHKAN

Minggu yang melelahkAn. Dari hari jumat sampai minggu saya menghabiskan waktu yang tidak biasa di perpus. Berhubung program studi D3 akan diakreditasi besok seninnya, maka kami diminta untuk menyiapkan perpus sebaik-baiknya karena kelengkapan perpus juga masuk dalam penilaian.

Ternyata imbasnya masih sampai sekarang. Saya masih merasa pusing dan mengantuk walaupun sudah merasa cukup tidur. Parahnya, saya tidak dapat menahan nafsu buat berPES ria dikos teman. Diperparah lagi, ada tugas komputasi perpan yang belum kelar. Parahnya lagii, website untuk HMJ juga belum selesai-selesai. Saya mersa sedikit tertekan.

Imbas yang lain, saya harus merelakan ujian getaran mekanik padahal beberapa hari sebelem ujian saya sudah bertekad untuk menyelesaikan yang belum saya pelajari dari buku Engineering Vibration. Manusia memang hanya bisa berencana. Yang paling parah, saya belum bisa membendung keinginan saya untuk menonton setiap pertandingan Liverpool. Untuk soal yang satu ini, walaupun besok ada ujian 10 matakuliah, saya tetap merelakan untuk nonton Liverpool. Disini, loyalitas dan kebodohan menjadi samar menurut saya. Hampir tidak ada bedanya.

Tetapi, dibalik semua itu, dibalik hal baik atau buruk yang terjadi, saya merasa selalu ada yang disyukuri.

  1. Saya bisa menikmati menu makan yang tidak biasa. Bayangkan, menu saya tiga hari tidak jauh-jauh dari ayam goreng dan masakan padang.
  2. Ternyata, tugas komputasi perpindahan panas diundur selama seminggu karena ada kegiatan akreditasi tadi.
  3. Perpus lebih bersih dan tertata. Sejak lama saya idam-idamkan ternyata harus ada acara akreditasi juga agar semuanya tampak bersih dan wangi.

Hasilnya, saya begitu kewalahan minggu-minggu ini walaupun sudah saya bawa tidur berjam-jam ternyata lelah itu belum hilang-hilang. Dan entah kenapa, saya tiba-tiba rindu akan suasana rumah, nonton bola dirumah, masakan rumah, panas yang tidak biasanya Kalimantan, sulitnya mencari warnet di kampung halaman saya. Saya tidak penah serindu ini dengan rumah. Sekalipun belum pernah. Keliatanaya saya harus benar-benar pulang liburan ini.

Yang Tak Terungkapkan

1. Hampir 2 semester saya tidak pulang ke semarang. Mungkin ini alasan pikiran saya ini sering memikirkan teman-teman di semarang. Yang paling sering, saya selalu kepikiran untuk main futsal bersama. Kalau bisa sih main bola saja. Karena dari pengalaman saya main futsal bolak balik, main futsal itu lebih melelahkan daripada main bola. Entah kenapa.

2. Saya akhir ini sering memikirkan masa depan terutama tentang konsep rumah untuk masa depan. Setelah dipikirkan matang-matang, saya ingin punya rumah yang punya halaman lebih besar daripada rumah itu sendiri. Jadi bisa dipakai buat nyantai-nyantai setelah pulnag kerja atau ditanam apa sajalah yang penting setelah kerja ada yang disirami. Sekalian mangajari anak-anak saya kelak untuk mencintsai tumbuhan dan alam.

3. Tiba-tiba ada teman yang ngajak sambil guyon untuk ikut menjadi aktivis green peace. Alasannya absurb, supaya bisa dapat kenalan cewek banyak. Saya taksir, tak kurang setahun pasti teman saya itu bakal non aktif. Saya bukan master aktivis sih dikampus, saya hanya pembina di organisasi jurusan yang menurut saya sudah bisa membuat saya kerepotan. Apalagi jadi aktivis green peace. Alam sekarang lagi nagmuk-ngamukanya jadi kerjaan aktivis green peace sekarang pasti banyak. Ditambah kampanye pelestarian lingkungan dan lain-lain.

4. Seperti saya posting sebelumnya, saya lagi ragu-ragunya kuliah. Saya tidak begitu yakin tentang apa yang saya dapat didunia orang terdidik seperti ini. Sampai sekarang saya belum menemukan alasan kenapa manusia harus sekolah.

5. Saya lagi girang-girangnya karena Liverpool fc rekor bermainya sudah bagus. Tak seperti di pegang Roy Hudgson dulu. Di tangan Kenny Daghlish banyak hasil-hasil yang membuat saya nyombong ke teman-teman besok harinya.

6. Lagi benci-bencinya sama si Fernando Torres. Semoga sampai akhir musim belum juga mencetak gol dan chelsea tidak mendapat gelar apapun.

7. Lagi kepikiran dunia pendidikan akhir-akhir ini. Menurut saya, pendidikan yang kita dapat dari masuk TK sampai saya kuliah sekarang, saya tidak menemukan satu pendidikanpun untuk membentuk pola pikir dan mental pelaku pendidikan(siswa ataupun mahasiswa). Jadi, saya sangat ingin mata pelajaran leadership dimasukkan kedalam kurikulum seperti saya dulu walaupun dulu pelaksanaannya tidak bagus menurut saya. Ekstrakurikuler juga dimasukkan kedalam kurikulum. Alasannya, karena dapat membentuk pola pikir dan mengasah mental tadi.

NB: semoga Liverpool finis ketempat kelima. Minimal bisa berlaga dikompetisi eropa walaupun kelas dua. Kalau tahun depan, di Primer League Chelsea dan Liverpool tanding, semoga si Caragher tega MEMATAHKAN KAKI FERNANDO TORRES. Soalnya Nani kan sudah dites.

(UNTITLE)

Dari dulu, saya sangat tertarik bagaimana seseorang memutuskan sesuatu. Alasannya, saya merasa saya harus belajar banyak bagaimana mengambil keputusan yang bijak. Sampai sekarang saya belum pernah mengambil keputusan, baik yang penting maupun yang paling tak penting, yang membuat orang-orang yang terlibat di lingkungan saya tersenyum semua. Senang semua. Saya merasa, keputusan yang saya ambil sering mengundang pro kontra tapi itu hanya perasaan saya saja. Saya tidak pernah mananyakan langsung kepada siapapun yang bersangkutan. Ada perasaan tidak enak dan takut. Mungkin karena tidak begitu lihai bersilat lidah.
Nah, karena hal-hal tadi, saya sering ngobrol kepada siapapun yang saya kenal mengenai bagaimana mengambil keputusan penting. Paling sering sih, kenapa dia mau kuliah di jurusan teknik mesin. Jujur saja, teknik mesin bukanlah jurusan favorit ketika saya SMA dulu. Saya buta sekali. Malah saya sempat tidak yakin dengan jurusan ini tapi lama-kelamaan saya jatuh cinta dengan jurusan ini. Maka dari itu, saya sangat tertarik dari setiap jawaban yang ada.
Jawaban yang muncul macam-macam. Saya ambilkan contoh kakak tingkat saya angkatan 2007. Saya sangat kagum dengan ilmu komputernya. Kalau saya punya pertanyaan tentang komputer dan semacamnya, dia adalah orang pertama yang saya tuju. Pernah saya tanyai ketika kami sedang berada dilab kenapa memilih jurusan yang tidak klop dengan minatnya. Jawabannnya simpel, “nggak papa, pingin aja”. Saya bingung, pelajaran apa yang bisa saya ambil dari jawabannya tadi.
Ada lagi. Teman seangkatan saya dari jakarta. Mungkin karena ketika datang disini sama-sama bingung makanya saya agak dekat dengan dia. Pernah saya lontarkan pertanyaan yang sama dengan yang diatas tadi. Jawabannya sedikit berbobot sih. “ kalau mesin enaknya itu langsung aplikasi ke mesin. Langsung bersentuhan dengan mesinnya. Langsung lihat ‘rupa’nya secara langsung. Jadi teori dan aplikasinya bisa terbayang jelas’. Jawaban yang sedikit menghilangkan keraguan saya ketika awal-awal kuliah dulu.
Itulah enaknya ngobrol. Ilmunya banyak salah satunya ya soal keputusan tadi. Tapi, pelajaran yang paling saya senangi adalah sifat antisosial dan tertutup saya perlahan-lahan terkikis.

TANYA JAWAB

Bagaimana keadaanmu sekarang?

Sedikit baik karena laporan lagi numpuk. Sedikit baik karena akhir-akhir ini saya kehilangan waktu untuk baca buku baik buku kuliah ataupun buku bacaan ringan. Sedikit baik karena akhir-akhir ini sering dilema.

Terlebih, seperti biasa, dinamika kampus begitu membosankan semester ini. Tidak banyak hal yang bisa saya share karena kampus begitu monoton. Malah, saking bosannya, setiap hari minggu saya akali dengan membeli koran KOMPAS secara rutin. Biar di otak ini ada warnanya sedikit. Selain karena sedikitnya berita politik dan hukum yang dimuat hari minggu, koran KOMPAS minggu banyak menuliskan hal-hal yang menarik untuk dibaca. Paling tertarik dengan dengan rubrik jalan-jalan yang sering memperlihatkan pelosok tanah air yang tidak pernah terjamah dan cerpen.

Tanggal 27 Desember UAS sudah dimulai, tapi kenapa tampak panik??

Saya hanya merasa banyaknya waktu yang saya gunakan untuk belajar dengan hasil ujian tidak pernah menemukan korelasi matematis. Banyak atau sedikit waktu yang saya gunakan untuk membuka buku, hasilnya sama saja.-___-

Harus ada perubahan keliatannya.

Obsesi terbesar apa sekarang?

Mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Biasa, mahasiswa tahun tengah-tengah seperti saya harus mempersiapkan banyak hal ketika sudah menginjak tahun terakhir nanti. Skripsi, seminar proposal, Kerja Praktek, Seminar hasil, Pendadaran. Saya harus mengambil ancang-ancang dari sekarang dan saya sampai pada suatu kesimpulan, bahwa semua akan terselesaikan jika saya punya banyak uang. 😀

Diantara semua masalah-masalah diatas, kelihatanya masih ada satu hal yang mengganjal…

Ada. Saya tidak bisa pulang ke rumah kedua saya, Semarang. Saya tidak bisa bertemu dengan teman-teman saya sewaktu SMP dan SMA. Saya merindukan saat-saat kami tertawa bersama. Saya merindukan saat-saat ketika kami membicarakan tentang lawan jenis-walaupun secara umur, saya rasa kami sudah kadaluarsa membicarakan urusan ini. Saya merindukan energi-energi positif yang mereka berikan ketika saya begitu pesimis menatap masa depan, sesuatu yang jarang saya temukan ketika kuliah.

*hasil pembicaraan malam suntuk antara saya dan saya. Sambil menunggu Liverpool main melawan Newcastle. Dibelain nunggu, malah kalah.-____-

Blog at WordPress.com.