HUMAN INTERACTION

Saya tulis ini ketika jam hampir menunjukkan jam 11 malam. Saya masih belum tidur. Belum bisa tepatnya. Dan tiba-tiba saja saya ingin menulis.

Satu bulan sudah saya mengasingkan diri di Saguling. Asing betul rasanya. Terlebih-lebih ketika akhir pekan. Bukan karena disini tidak menarik. Disini sangat menarik menurut saya karena bisa melihat hal yang berbeda. Cuma rasanya semua serba melambat di sabtu-minggu. Sepi. Di rumah hampir tidak ada manusia. Saya jadi sadar bahwa saya ini manusia yang paradoks.

Paradoks karena saya selama ini sangat mengagungkan kesepian. Menurut saya menjadi sepi dan tertutup membuat saya lebih mudah bekerja dan berpikir. Itu sebabnya saya tidak bergaul dengan banyak orang. Tidak heran saya bukan sosok populer. Tapi pada saat yang lain saya merindukan sosok manusia.

Ketika saya merindukan sosok manusia, saya akan mulai mengutuki facebook yang alhamdulillah sudah saya tinggalkan. Menghujati twitter habis-habisan. Mengutuki sosok-sosok imajinatif. Kemudian mengutuki diri sendiri.

Kemudian tiba-tiba saya ingin berbicara dengan sosok manusia. Bercerita saja.

GENG 500 DAYS OF SUMMER


Twitter saya ramai sekali akhir-akhir ini tentang film ini. Sebenarnya filmnya sederhana saja. Tentang 2 manusia, laki-laki dan perempuan yang mempunyai definisi yang berbeda tentang cinta. Laki-laki, Tom Hansen, percaya bahwa cinta itu benar-benar ada dan suatu saat akan menemukan cinta sejatinya itu. Berbeda dengan perempuan, Summer, yang percaya cinta tak hanya sekedar fantasi tingkat tinggi manusia. Singkatnya, si laki-laki jatuh cinta dengan sang perempuan dan sangat yakin perempuan ini adalah sosok yang dia cari selama ini. Keduanya mengalami cerita yang saya juga bingung dalam status pacaran atau tidak.

Menurut saya sendiri, film ini adalah drama terbaik yang pernah saya tonton, setelah bosan dengan percakapan tingkat tinggi di Before Sunset dan cerita drama datar lainnya. Walaupun difilm ini banyak flash backnya tetapi sangat mudah dipahami.

Lalu, apa hubungannya dengan geng ini? Jadi, ada dua teman saya yang sangat begitu nyambung dengan saya ketika membicarakan film ini. Kami mulai menghubungkan sosok Summer dan Autumn dengan sosok-sosok perempuan di dunia nyata. Dibantu dengan seorang asisten perempuan yang kulaih dinegeri seberang, obrolan kami jadi mengalir saja. Twitter kami tak pernah lepas dari sosok Summer dan Autumn. Bahkan,ada yang bilang nasib si Tom ini sangat mirip dengan sosok diantara kami bertiga (well, I know…).

Eniwei, karena film ini, ada teman saya yang merencanakan secret misssion yang dia susun dan persipakan selama 500 hari. Well, saya cuma bisa berdoa semoga Summer Operation ini berjalan dengan baik. Semoga.

RANDOM

Hujan sore ini sudah reda sekitar setengah jam yang lalu. Sisa-sisanya masih saja dijalan-jalan. Menggenangi permukaan jalan didepan kos saya yang tidak rata-rata amat. Saya masih enggan keluar dari kamar. Entah kenapa, hujan seolah-olah melengkapi kemalasan saya dihari Minggu ini. Saya lebih memilih kata malas ketimbang galau.

Jadi, hari Minggu ini saya melakukan hal yang tidak produktif sama sekali. Jam 7 saya pulang dari kos teman saya. Sampai dikos, entah kenapa saya tak tahu harus melakukan apa. Saya putuskan untuk mencari ‘sarapan-makan siang’. Selesai makan, mandi lalu bingung lagi mau apa. Saya putuskan ke kampus. Tujuannya adalah sekre HM saya. Hanya sekedar cek ini itu dan browsing-browsing sebentar(padahal dikos pun ada). Kemudian pulang jam 1. Beli kopi dan sepasang tahu goreng. Browsing-browsing lagi. Ngantuk. Tidur. Bangun. Browsing-browsing lagi. Menulis blog ini. Entah setelah ini mau apa. Padahal ada satu kerjaan yang harus diselesaikan.

Seakan-akan hampa yang sebenarnya kosong rasanya nyata sekali. Seperti berada titik terendah dalam hidup. Dimana harapan dan kata-kata motivasi adalah omong kosong terhebat. Seperti sepi yang semakin pekat. Yang kemudian membuat saya mengambil kesimpulan: saya benar-benar merasa kesepian.

Kemudian, tiba-tiba saya merasa membutuhkan Tuhan. Membutuhkan sosok manusia yang lain. Karena, rasa-rasanya saya begitu jauh dari dua sosok ini.

“punya kepala tapi tak punya nyawa. aktif tapi tidak produktif. oksimoron. paradoks.”

INTROVERT

Tiba-tiba saya teringat kejaadian menggelikan ketika SMA dulu.

Jadi dulu ada anak labil, yang entah dia serius atau tidak ketika mengatakan bahwa ada temannya yang titip salam ke saya. Temannya tadi bertanya kepada saya apakah saya salam balik atau tidak. Saya jawab ‘tidak’ dengan nada datar. Rasa-rasanya nada datar tadi diartikan berlebihan. Setelah itu saya dicap sebagai kakak kelas yang unfriendly, jutek, pokoknya jelek ada disaya tapi kayaknya cuma beberapa orang saja yang beranggapan begitu.

Apa yang saya coba katakan adalah begini. Sebab kenapa saya bersikap demikian dan mengnggaap label-label jelek yang dialamatkan dengan sikap yang biasa-biasa saja aadalah karena saya tahu yang melabeli saya itu tidak tahu luar dalamnya saya. Saya orangnya tertutup. Tak gampang buka-buka. Saya hanya percaya pada orang tertentu. Sepertinya rasa percaya saya terbayar karena menurut saya sampai sekarang rahasia-rahasia terjaga sangat rapat ditangan mereka.

Saya bercerita tentang bayak hal kepada mereka. Tentang perempuan yang saya taksir yang dari kelas 1 SMA sampai sekarang adalah orang yang sama. Tentang kegiatan saya dikampus. Tentang kerjaan saya dulu diperpustakaan. Curhatan-curhatan saya yang sifatnya politis tapi bodoh-tapi yang setuju banyak juga hahahaha. Walaupun jawaban mereka hnya ‘oooo’ atau ‘iya to’ atau mungkin ‘bagus-bagus’ tapi jawaban mereka tetap saja melegakkan. Bagi saya inilah seni bercurht. Kita tak perlu jawaban. Kita hanya perlu bertutur. Dan ini idealnya menurut saya. Jadi yang dicurhati tak usah-usah pusing.

Nah, ketika menulis disini kenapa kok vulgar? Hhhmmm. Kalau ini namanya seni menulis. Tak perlu bertutup-tutup ria. Karena jujur,hanya dengan menulis saya sering blak-blakan. Saya tak banyak bicara soalnya kalau lagi bersama teman. Ada perasaan takut bertutur.

INSOMNIA

Ah, malam-malam saya tidak pernah sesuntuk ini sebelumnya.

Jadi begini ceritanya. Kan sudah saya uraikan sebelumnya bahwa saya dikasih kerjaan yang durasinya satu tahun. Sampai-sampai saya mengorbakan untuk tidak aktif kuliah lagi semester depan gara-gara kerjaan ini. Selain karena sudah malas kuliah-semester akhir ternyata sebosan ini,nilai IPK yang menurut otak bodoh saya sudah berada di zona nyaman-yang ini jangan ditiru, saya ingin fokus dikerjaan saya tadi secara total. Kerjaan di HMJ saya. Dan kalau mengingat-ingat betapa tak rapinya HMJ saya, tak terorganisasi dengan baik, saya pikir saya memeng harus ekstra fokus.

Kerjaan tak saya sangka sebanyak ini. Urus ini itu. Birokrasi aneh pula. Hadeh. kadang-kadang saya merasa kehabisan bensin. Tercatat kalau tidak salah saya sudah 2 kali sakit.

Dan, ujung-ujungnya menggangu tidur malam saya. Tak tahu ini sehat apa tidak tapi saya mulai terbiasa tidur jam 1 sampai jam 2 pagi. Sebenarnya ketika sudah pulang ke kos tubuh maunya istirahat tapi ketika sudah bertemu ranjang kok mata tidak mau nutup ya. Dikepala ada saja pikiran macam-macam. Entah itu masalah kuliah, HMJ dll.
Sudah saya coba baca buku, baca blog orang, baca artikel macam-mcam tapi tak mampan juga. Pernah sih nemu formula yahud agar cepet tidur: baca textbook perkulihan. Tapi lama-lama kok udah tidak mempan. Harus cari alternatif yang lain juga bingung.

Pernah ada pikiran buat beli obat tidur tapi takut ketagihan. Saya belum pernah konsultasi ke teman-teman saya sii buat masalah ini. Masih cari-cari alternatif sendiri. Ah, semoga menulis ini bisa jadi jalan keluarnya.

MENJADI DUA DUA

Sengaja saya tunggu sampai lewat tengah malam karena ini malam sakral rasanya. Dan saya hanya ingin melewatkannya dengan menulis.
Setiap tahun baru, bukanlah tahun baru yang sebenarnya saya tunggu-dari dulu memang tidak pernah merayakan tahun baru berlebihan. Melainkan 7 hari setelahnya. Tidak ada skenario aneh apapun yang ingin saya dapati melainkan hanya ucapan-ucapan selamat dari orang terkasih. Cukup rasanya ketika mengetahui masih ada yang peduli tentang hal detail mengenai kita. Sayangnya, sejauh ini belum ada. Baru saya yang mengucapkan selamat ke diri saya sendiri.
2011 berakhir dan datangnya 2012 seperti mimpi. Saya seperti berada di kereta super cepat. Ingatan saya mengenai tahun 2011 saja sudah samar-samar. Rasanya aneh sekali mendapati diri sudah berumur 22 tahun.
Rasanya sedikit sekali hal-hal yang saya lakukan menjelang 22 tahunnya saya ini. Dan saya menatap 2012 dengan mata sayup penuh sinis. Tak yakin apakah tahun ini akan menjadi tahun yang menyenangkan. Tapi harus tetap dijalani tentunya. Masih banyak kerjaan yang harus saya tuntaskan di HMJ saya. Kuliah saya harus tuntas semester 7 ini juga. Semester depan harapannya sudah dapat pembimbing skripsi dan magang. Rasanya saya yang giliran harus berlari cepat. Saya sudah bosan sekali disini. Melihat orang-orang sok kuasa dimana-mana. Birokrasinya yang membuat saya naik pitam tiap hari.
Dan tetap, saya tetap ingin sekali menjadi pribadi yang sederhana. Menurut saya menjadi sederhana lebih mahal dan susah dari apapun.
Selamat ulang tahun hei “manusia stagnan”

TWITTER ADALAH PANGKALAN ALAY KEDUA

Malam ini habis ngobrol dengan seorang teman yang sekolah di negeri seberang. Sebenarnya obrolan kami belum selesai tapi tiba-tiba saya dapat ide buat nulis ini. Twitter adalah pangkalan alay kedua
Ingatan saya samar-samar tentang sejak kapan saya sudah tak aktif di facebook. Selama waktu itu pula saya sudah terbiasa dan tidak ada masalah. Selain karena sudah bosan karena setiap hari melihat status lebai-makan aja up date, bangun tidur aja harus up date-, alasan personal juga mempengaruhi saya kala itu. Jadi saya langsung menghapus account facebook saya. Selamanya.
Kemudian saya pindah ke twitter. Karena twitter itu ‘medan’ yang relatif sepi dan saya juga tidak mau kehilangan kontak dengan teman-teman saya. Setelah merasa aman tadi, saya ngetwitnya keterusan. :agipula, menurut saya twitter itu lebih sehat ketimbang facebook. Banyak orang yang ngeshare tulisan, gambar, ataupun ilmu yang entah mengapa bagi saya lebih ponya bobot.
Tapi dari hari ke hari twitter jadi sarang alay juga- saya sampai ketularan, dikit sih. Nah, rasa ingin cabut dari dunia ini muncul lagi. Dan lagi-lagi, ada alasan personal.
Jadi, apa yang saya obrolkan dengan teman saya tadi apakah saya lebih baik deactive dari twitter sama halnya ketika saya deactive dr facebook dl. Belum terjawab, kami malah ngobrolin hal yang lain. Hal yang lebih penting tentunya.

PEJALAN KAKI

Sudah dua bulan ini saya menempati kosan yang baru yang bernuansa sepi dan senyap pada malam hari. Jujur saya tidak begitu dekat dengan penghuni sekitar. Saya lebih banyak menghabiskan waktu dikamar, bermain game, browsing internet dan menyelesaikan masalah di KMTM.
Nah, karena saya sering kesepian itu, saya sering main ke kontrakan teman. Yang menarik adalah, saya lakukan itu dengan dengan jalan kaki dengan jarak kira-kira 3 kilometeran setelah maghrib.
Ada kombinasi sensasi aneh yang muncul. Ada rasa lelah tapi diimbangi dengan rasa enjoy yang tak biasa. Rasa-rasanya seperti menemukan sesuatu yang baru. Suasana kampus malam hari yang gelap gulita, bau tanah yang habis digutur hujan-Solo seminggu ini hujan terus,melewati perpustakaan pusat-masih ada saja orang disitu, menikmati latihan anak-anak sastra yang lagi mempersiapkan pentasnya, melihat geng-geng skateboard.
Keliahatannya saya harus melakukan ini lebih sering.
NB:saya terinspirasi setelah nonton Into the Wild-akhirnya Alaxander Supertramp sadar juga kalau kebahagiann itu harus dibagi-bagi

ANEMIA?

Keliatannya saya menderita anemia. Saya ambil kesimpulan tersebut setelah menemani teman ke apotik. Ada poster yang menyebutkan gejal-gejala anemia seperti gampang lelah,  gejala yang saya alami akhir-akhir ini.

Saya coba ngobrol-ngobrol ringan dengan teman, selain cari-cari juga digoogle, mereka menyebutkan beberapa penyebabnya

kurang tidur

Mungkin iya karena saya biasa tidur sekitar jam 11-12 malam. Karena tugas dan bermain PES, saya susah tidur kalau belum ngobrol dan nonton acara olahraga malam Metro tv

bosan

Ini penyebab yang entah benar atau tidak. Tapi saya yakin punya sedikit pengaruh juga karena setiap hari saya melakukan hal yang sama. Berangkat ke kampus jam 7.30 dan pulang jam 16.00. Setelah itu sekitar setengah jam bermain COD dan membaca buku sedikit. Malamnya, makan ditempat yang hampir sama kemudian ngotak-ngatik kompi sambil mengerjakan tugas kalau ada. Hampir seperti itu setiap hari. Ingin rasanya pergi jauh-jauh tapi entah kemana.

Tak punya duit

Ini alasan yang saya dapat ketika menulis posting ini. Setengah guyon tapi kakak tingkat saya menjawab demikian ketika saya tanya penyebab anemia. Harus saya nyari duit jor-joran? saya pikir tidak. Yang ada nanti kuliah saya yang berantakan.

Saran teman saya dalah cepat-cepat mengkonsumsi Sangobion tapi saya ragu. Saya takut kalau ketergantungan.

Blog at WordPress.com.