BOOK:TITIK NOL by AGUSTINUS WIBOWO

titik-nol

 

Sejak membaca dengan tidak sengaja buku kedua Agustinus, saya menjadi lebih tertarik untuk membaca buku ketiganya ini. Gaya penulisan dan berceritanya memang membuat buku ini lebih dari sekedar buku traveller biasa. Bahkan untuk menghabiskan buku ini saya sengaja menghentikan sebuah bacaan tentang orang introvert di tengah jalan. Pada akhirnya saya tidak menyesal sekali pun karena telah mendahulukan buku ini untuk dibaca.

Masih tentang perjalanan Agustinus di negeri orang. Penulis melanjutkan impiannya untuk bisa sampai ke Afrika Selatan. Dimulai dari Tibet hingga perjalanannya terhenti di Afghanistan. Selama perjalanannya itulah Agustinus seolah-olah menceritakan kegalauan hatinya yang seperti menjadi orang minoritas di negeri sendiri. Siapa dia? Orang cina yang lahir di Indonesia, lalu dia orang Indonesia atau orang Cina? Identitas inilah yang menjadi pertanyaan Agustinus sepanjang perjalanannya disamping pertanyaan-pertanyaannya tentang kemanusiaan, perdamaian semu, budaya, agama, prinsip-prinsip dan cinta. Setiap bab dibuka hampir dengan penyesalan Agustinus dan  diikuti tentang kisah menjelang kematian ibunya, Agustinus seolah-olah membawa kita untuk memikirkan kembali titik nol kita: rumah, ayah,ibu, kakak, adik dll. Apakah perjalanan yang kita tempuh selama ini membuat kita belajar?

Perjalanan Agustinus memang lebih dari sebuah perjalanan. Dan tidak harus menjadi seorang traveller untuk membaca buku ini karena memang buku ini diperuntukan untuk siapa saja tapi tetap saja buku ini seperti mendorong kita unutk jalan-jalan dan meresapi apa yang kita temui di tengah perjalanan.

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.