MOVIE:THE LIVES OF OTHERS

t-l-o-o
Karena berembel-embel Jerman dan eropa, film ini adalah film yang saya ingin tonton ketika saya semester awal dulu. Tapi saya cukup tau diri kalau memang ingin menonton film seperti ini dulu. Jaringan internet tidak ‘gratis’ seperti sekarang. Lagipula, jarang ada orang yang punya film dengan tema-tema semacam ini. Mencarinya di toko penyewaan film pun rasanya saya tidak yakin bisa menemukannya.
Kemarin saya tidak sengaja buka situs IMDB. Saya jadi teringat film ini kemudian saya coba download dan langsung saya tonton di kampus pula (sebagian lanjut di kos). Tema spionase memang bisa jadi menjadikan film ini terlihat biasa. Namun coba tengok sebentar tentang sejarah tentang runtuhnya tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur dulu. Bagi orang yang menyukai sejarah, apalagi Jerman, film ini layaknya madu:manis. Agak lebay memang tapi melihat berapa penghargaan yang didapat film ini, analogi lebay tadi sepertinya wajar.
Bercerita tentang dua tokoh sentral, ahli sadap menyadap Stasi, polisi rahasia Republik Demokratis Jerman (GDR) bernama Gerd Wiesler dan penulis skenario drama teater Georg Dreyman. Dreyman dicurigai sebagai orang pro Jerman barat walaupun sebenarnya dia seorang komunis sejati. Intrik demi intrik digunakan diikuti terbukanya banyak fakta yang awalnya permasalahan hanya tentang rebutan perempuan menjadi perlawanan karena merasa adanya ketidak adilan. Teman Dreyman, yang seorang sutradara teater memutuskan gantung diri karena masuk dalam blacklist yang entah sebabnya apa. Hal ini memicu Dreyman untuk membuat sebuah tulisan tentang banyaknya bunuh diri yang terjadi di Jerman Timur yang tentu saja membuat pemerintah naik pitam.
Wiesler yang awalnya berniat memata-matai Dreyman entah kenapa menjadi simpati kepada Dreyman dan dengan keahlian spionasenya berupaya membelokkan segala tuduhan yang ditujukan kepada Dreyman.
Pada mulanya, film ini membuat saya bingung karena saya tidak tahu kenapa harus ada Jerman timur dan Jerman barat dan kenapa keduanya memiliki ideologi sangat bertentangan, Timur dengan komunisnya dan Barat dengan kapitalisnya. Dan saya baru sadar, ternyata Jerman pasca PDII terjangkit virus komunis walaupun tidak semua.
Bagi saya sendiri, film dengan tema sejarah seperti ini selalu menarik untuk ditonton walaupun tidak semua film bertema sejarah layak tonton (Pearl Harbor???). Film ini bisa jadi pilihan lain bagi saya karena akhir-akhir ini saya suka sekali nonton anime Jepang.:D
Kalau situs IMDB memberi rating 8,5/10 untuk film, saya berani beri 9/10 deh. 😀

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.