TOKYO ZODIAC MURDER

1065087-gf
Tak sengaja ketika lagi berkunjung di kos teman saya meminjam buku ini. Alasannya, buku di kos saya sudah saya baca semua dan saya merasa butuh bacaan baru. Sebenarnya banyak pilihan buku kala itu tapi entah mengapa pilihan jatuh pada buku ini. Karena temanya misteri dan teka-teki mungkin sehingga sensasi yang ditimbulkan seperti membacanya seperti membaca buku Tere Liye Negeri Para Bedebah: penasaran dan tak ingin berhenti.

Tokoh utama pada buku ini ada 2, Kazumi Ishihoka yang sangat terobsesi dengan cerita detektif dan Kiyoshi Mitarai yang seorang peramal sekaligus ahli astrologi. Mereka mendapatkan ‘tantangan’ untuk memecahkan kasus pembunuhan yang belum pernah dipecahkan siapapun selama lebih dari 40 tahun.

Menurut saya kasusnya pun sangat menarik. Seorang seniman yang ingin membunuh ke enam anaknya karena terobsesi dengan astrologi dan ingin menciptakan manusia yang terdiri dari bagian-bagian wanita yang lain. Anehnya, seniman ini mati terlebih dahulu sebelum anak-anaknya mati sencara mengeringan dengan cara dimutilasi. Jadi siapa pembunuh sebenarnya?

Bagian yang paling menarik perhatian saya adalah bagaimana pembunuh membuat semua penyidik berpikir bahwa wanita yang dibunuh berjumlah 6 orang sedangkan ternyata yang bunuh hanya 5 orang. Yang paling menarik lagi, pembunuh merupakan salah satu dari 6 wanita yang dimutilasi tadi. Ini bagian yang paling jenius menurut saya.

Ketika baca ringkasan dari bloger lain banyak yang menyimpulkan bahwa cerita ini sedikit banyak terpengaruh dari buku-buku Sherlock Holmes tapi karena saya tidak pernah baca buku Sherlock Holmes jadi saya no comment lah. Bagi saya membaca buku ini menjadi sesuatu yang baru dan tidak biasa karena memang saya tidak banyak membaca buku-buku bertemakan misteri dan teka-teki. Kira-kira novel ini ada hubungannya dengan tidak dengan film The Zodiac?

Oh iya, ternyata ini merupakan novel lama-saya pecinta novel jadul. Terbit pertama kali di Jepang kirapkira tahun 1981-menurut wikipedia. Bagi saya buku semacam ini seperti buku ‘pelarian’ karena bosan dengan buku-buku satu tema yang menjamur di toko buku. Jadi, kalau memang tertarik, selamat membaca.

 

PELARIAN KE SELO,KAKI GUNUNG MERBABU

Jadi liburan ini saya namakan pelarian di tengah kesibukan skripsi. Karena skripsi saya menggantung dan entah bagaimana sempat membuat saya sakit 3 hari. Sekarang sih sudah dapat judul skripsi lagi dengan disiplin ilmu yang berbeda dan sangat ingin saya hindari sebenarnya, komputasi dan simulasi. Namun pada akhirnya tetap saya ambil juga sekalian coba-coba dan tidak ada salahnya juga.
Nah, dengan latar belakang tadi saya memutuskan untuk ambil pelarian liburan sebentar.

Kebetulan HMJ saya mengadakan acara ke Selo, kaki gunung Merbabu. Sekitar 1,5 jam jika di tempuh dari Solo. Karena saya mantan pengurus dan merasa masih punya tanggungjawab(halah) maka saya memutuskan ikut.

3 hari menghabiskan waktu disana, tanpa laptop dan internet, ternyata menyenangkan juga. Selo ini di apit 2 gunung yang berdekatan , gunung Merapi dan gunung Merbabu. Jadi jangan heran jika disini sangat dingin. Apalagi sekarang musim hujan, kabutnya tebal dan datangnya tiba-tiba sekali. Tapi heran juga karena masih ada yang naik ke Merbabu ke karena cuaca sangat ekstrim sekali akhir-akhir ini.

Kesimpulan dari pelarian ini adalah, saya butuh pelarian lagi. Hha. Semoga rencana di april yang akan datang bisa terlaksana. Amin

NB: ada gunanya juga liburan ke tempat terpencil. Internet nggak ada jadi nggak bisa stalking hal-hal yang tidak penting #eh

IMG_20130301_172819

IMG_20130303_060556

IMG_20130303_060613

IMG_20130303_060637

IMG_20130303_131912

IMG_20130303_131918

Blog at WordPress.com.