HUMAN INTERACTION

Saya tulis ini ketika jam hampir menunjukkan jam 11 malam. Saya masih belum tidur. Belum bisa tepatnya. Dan tiba-tiba saja saya ingin menulis.

Satu bulan sudah saya mengasingkan diri di Saguling. Asing betul rasanya. Terlebih-lebih ketika akhir pekan. Bukan karena disini tidak menarik. Disini sangat menarik menurut saya karena bisa melihat hal yang berbeda. Cuma rasanya semua serba melambat di sabtu-minggu. Sepi. Di rumah hampir tidak ada manusia. Saya jadi sadar bahwa saya ini manusia yang paradoks.

Paradoks karena saya selama ini sangat mengagungkan kesepian. Menurut saya menjadi sepi dan tertutup membuat saya lebih mudah bekerja dan berpikir. Itu sebabnya saya tidak bergaul dengan banyak orang. Tidak heran saya bukan sosok populer. Tapi pada saat yang lain saya merindukan sosok manusia.

Ketika saya merindukan sosok manusia, saya akan mulai mengutuki facebook yang alhamdulillah sudah saya tinggalkan. Menghujati twitter habis-habisan. Mengutuki sosok-sosok imajinatif. Kemudian mengutuki diri sendiri.

Kemudian tiba-tiba saya ingin berbicara dengan sosok manusia. Bercerita saja.

Advertisements

2 thoughts on “HUMAN INTERACTION

  1. kamu KP di Bandung? gimana, udah ke caringin tilu? 😀
    bagaimana pun, tetap butuh bersosialisasi. butuh mulut dan telinga nyata yang mau sama-sama berbagi, yandi..

    • di Rajamandala, Cimahi,Bandung barat. Entahlah mbak ini tepatnya dimana
      dari bandung sekitar 1,5 jam
      kayaknya g bakal kesitu mbak. kata temenku cartil tempat orang pacaran. hha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: