BROMO

Ternyata memang tidak salah kalau banyak yang bilang kalau Bromo menjadi tujuan wisata banyak orang. Bahkan, wisatawan mancanegara tak kalah antusias ketika naik ke Bromo. Saya tidak tertarik pada sunrisenya. Saya lebih tertarik ke pemandangan dari puncaknya.

Hari itu adalah hari sabtu. Weekend. Tak heran jika bromo kala itu penuh sesak. Mulai dari wisatawan lokal sampai wisatawan mancanegara datang ke bromo untuk melihat sunrise pagi itu.

Awalnya saya tidak begitu semangat naik ke Bromo. Dinginnya bisa dikatakan kurang ajar. Menurut warga, suhu kala itu mencapai 17-18 derajat. Seumur-umur saya belum pernah merasakan suhu serendah itu.

Sesampainya diatas, sunrise yang ditunggu-tunggu banyak orang menurut saya fenomena yang biasa saja. Saya lebih takjub pada pemandangannya. Tidak menyesal jkami bangun jam 3 pagi hanya untuk naik ke Bromo.

 

 

 

 

 

Jika suatu saat saya punya waktu luang saya ingin ke Bromo lagi. Semoga akhir September ini bisa kecapaian untuk kesana lagi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: