RANDOM

Jadi hari itu Solo sama saja seperti hari-hari biasanya. Keteraturan cuaca masih saja berlanjut: Mendung pagi hari tetapi panas pada siang hari yang hampir membuat orang alim pun akan mengumpat dalam hati.

Hari itu bertepatan ada kegiatan HMJ saya. Saya dan teman-teman saya pulang agak sore. Saya berencana membalas dendam dengan istirahat di sisa hari itu.

Tapi ada gangguan. Namun gangguan yang menyeangkan. Saya diajak ngobrol 3 orang teman SMA saya sekaligus pada malamnya. Kesempatan langka pikir saya.

Orang yang pertama. Orang ini paling nyambung jika ngobrol dengan saya. Kami berbincang banyak hal. Tentang politik yang seakan seperti barang haram, tentang media televisi yang memuakkan luar biasa dan kisah cinta yang masing-masing jalan di tempat.

Orang kedua. Bercerita tentang rencana lulusnya yang sepertinya bakal sebentar lagi. Lagi sibuk katanya. Biasa, calon dokter. Saya tanyakan kisah cintanya, eh malah dia tanya balik.

Orang ketiga. Perempuan jenius luar biasa. Saya kenal dia sejak SMP dan melanjutkan di SMA yang sama dengan saya. Menurut saya cerita perempuan ini paling kompleks. Tentang rencana sekolahnya yang mau lanjut S2 ke luar negeri. Namun, karena pertimbangan banyak hal dilepas. Saya yang tak tahu harus jawab apa jadi saya jawab sekenanya:(sok) Bijak dan sedikit kalem. Obrolan kami tiba-tiba nyambung ke abangnya.
***
Kalau melihat kebelakang, semuanya tiba-tiba saja menjadi aneh. Maksud saya obrolan kami tadi.

Ketika kami SMP pasti obrolan yang populer adalah ‘mau masuk SMA mana?’. ketika SMA obroaln yang paling umum adalah ‘mau kuliah dimana?Indonesia atau mau keluar?’dan yang pastinya soal cinta anak SMA.

Ketika ingat semua dan melihat yang sekarang, aneh bagaimana keadaan begitu banyak berubah dengn cepatnya. Dari anak ingusan menjadi orang dewasa. Dari obrolan kami saja kelihatan toh. Tak lepas dari topik politik, media, menikah(ini paling sering) dll. Padahal dulu tak lepas dari pokemon, digimon atau gundam.

Saya sangat setuju dengan buku Raditya Dika yang terakhir-saya tidak baca semua bukunya- terutama bagian terakhirnya. Raditya Dika berbicaraa tentang perpindahan setelah melihat teman-temannya dulu yang sekarang sudah berkeluarga dan sudah ada yang punya anak juga.

Perpindahan tadi sungguh-sungguh terjadi pada teman-teman saya. Saya doakan, yang merindukn seorng pria dan kebelet nikah muda agar cepet-cepet nikah muda. Yang sangat fokus di karir agar karirnya bisa dicapai secepatnya. Bagi yang mendamba-dambakan beasiswa semoga diberikan jalan agar lulus cepaat dan mendapatka beasiswa S2nya. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: