INTROVERT

Tiba-tiba saya teringat kejaadian menggelikan ketika SMA dulu.

Jadi dulu ada anak labil, yang entah dia serius atau tidak ketika mengatakan bahwa ada temannya yang titip salam ke saya. Temannya tadi bertanya kepada saya apakah saya salam balik atau tidak. Saya jawab ‘tidak’ dengan nada datar. Rasa-rasanya nada datar tadi diartikan berlebihan. Setelah itu saya dicap sebagai kakak kelas yang unfriendly, jutek, pokoknya jelek ada disaya tapi kayaknya cuma beberapa orang saja yang beranggapan begitu.

Apa yang saya coba katakan adalah begini. Sebab kenapa saya bersikap demikian dan mengnggaap label-label jelek yang dialamatkan dengan sikap yang biasa-biasa saja aadalah karena saya tahu yang melabeli saya itu tidak tahu luar dalamnya saya. Saya orangnya tertutup. Tak gampang buka-buka. Saya hanya percaya pada orang tertentu. Sepertinya rasa percaya saya terbayar karena menurut saya sampai sekarang rahasia-rahasia terjaga sangat rapat ditangan mereka.

Saya bercerita tentang bayak hal kepada mereka. Tentang perempuan yang saya taksir yang dari kelas 1 SMA sampai sekarang adalah orang yang sama. Tentang kegiatan saya dikampus. Tentang kerjaan saya dulu diperpustakaan. Curhatan-curhatan saya yang sifatnya politis tapi bodoh-tapi yang setuju banyak juga hahahaha. Walaupun jawaban mereka hnya ‘oooo’ atau ‘iya to’ atau mungkin ‘bagus-bagus’ tapi jawaban mereka tetap saja melegakkan. Bagi saya inilah seni bercurht. Kita tak perlu jawaban. Kita hanya perlu bertutur. Dan ini idealnya menurut saya. Jadi yang dicurhati tak usah-usah pusing.

Nah, ketika menulis disini kenapa kok vulgar? Hhhmmm. Kalau ini namanya seni menulis. Tak perlu bertutup-tutup ria. Karena jujur,hanya dengan menulis saya sering blak-blakan. Saya tak banyak bicara soalnya kalau lagi bersama teman. Ada perasaan takut bertutur.

INSOMNIA

Ah, malam-malam saya tidak pernah sesuntuk ini sebelumnya.

Jadi begini ceritanya. Kan sudah saya uraikan sebelumnya bahwa saya dikasih kerjaan yang durasinya satu tahun. Sampai-sampai saya mengorbakan untuk tidak aktif kuliah lagi semester depan gara-gara kerjaan ini. Selain karena sudah malas kuliah-semester akhir ternyata sebosan ini,nilai IPK yang menurut otak bodoh saya sudah berada di zona nyaman-yang ini jangan ditiru, saya ingin fokus dikerjaan saya tadi secara total. Kerjaan di HMJ saya. Dan kalau mengingat-ingat betapa tak rapinya HMJ saya, tak terorganisasi dengan baik, saya pikir saya memeng harus ekstra fokus.

Kerjaan tak saya sangka sebanyak ini. Urus ini itu. Birokrasi aneh pula. Hadeh. kadang-kadang saya merasa kehabisan bensin. Tercatat kalau tidak salah saya sudah 2 kali sakit.

Dan, ujung-ujungnya menggangu tidur malam saya. Tak tahu ini sehat apa tidak tapi saya mulai terbiasa tidur jam 1 sampai jam 2 pagi. Sebenarnya ketika sudah pulang ke kos tubuh maunya istirahat tapi ketika sudah bertemu ranjang kok mata tidak mau nutup ya. Dikepala ada saja pikiran macam-macam. Entah itu masalah kuliah, HMJ dll.
Sudah saya coba baca buku, baca blog orang, baca artikel macam-mcam tapi tak mampan juga. Pernah sih nemu formula yahud agar cepet tidur: baca textbook perkulihan. Tapi lama-lama kok udah tidak mempan. Harus cari alternatif yang lain juga bingung.

Pernah ada pikiran buat beli obat tidur tapi takut ketagihan. Saya belum pernah konsultasi ke teman-teman saya sii buat masalah ini. Masih cari-cari alternatif sendiri. Ah, semoga menulis ini bisa jadi jalan keluarnya.

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah,
Aada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di wiraza,
Ttapi aku ingin menghabiskan waktu ku disisi mu sayang ku….
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandala wangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
Ada bayi-bayi yang lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati disisi mu manisku

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tidak satu setan pun tahu
Mari sini sayangngku
Kalian yang pernah mesra Yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas Atau awan yang menang

Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahir
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua

Berbahagialah mereka yang mati muda
Mahluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu

 

oleh Soe Hok Gie

 

 

Saya bukanlah penggemar Gie walaupun saya suka nonton filmnya. Saya suka kegalauan Gie tapi agak kurang setuju dengan beberapa pemikirannya.

Tapi, untuk puisi ini, saya suka sekali. Terutama bagian awalnya. Romantis

MENJADI DUA DUA

Sengaja saya tunggu sampai lewat tengah malam karena ini malam sakral rasanya. Dan saya hanya ingin melewatkannya dengan menulis.
Setiap tahun baru, bukanlah tahun baru yang sebenarnya saya tunggu-dari dulu memang tidak pernah merayakan tahun baru berlebihan. Melainkan 7 hari setelahnya. Tidak ada skenario aneh apapun yang ingin saya dapati melainkan hanya ucapan-ucapan selamat dari orang terkasih. Cukup rasanya ketika mengetahui masih ada yang peduli tentang hal detail mengenai kita. Sayangnya, sejauh ini belum ada. Baru saya yang mengucapkan selamat ke diri saya sendiri.
2011 berakhir dan datangnya 2012 seperti mimpi. Saya seperti berada di kereta super cepat. Ingatan saya mengenai tahun 2011 saja sudah samar-samar. Rasanya aneh sekali mendapati diri sudah berumur 22 tahun.
Rasanya sedikit sekali hal-hal yang saya lakukan menjelang 22 tahunnya saya ini. Dan saya menatap 2012 dengan mata sayup penuh sinis. Tak yakin apakah tahun ini akan menjadi tahun yang menyenangkan. Tapi harus tetap dijalani tentunya. Masih banyak kerjaan yang harus saya tuntaskan di HMJ saya. Kuliah saya harus tuntas semester 7 ini juga. Semester depan harapannya sudah dapat pembimbing skripsi dan magang. Rasanya saya yang giliran harus berlari cepat. Saya sudah bosan sekali disini. Melihat orang-orang sok kuasa dimana-mana. Birokrasinya yang membuat saya naik pitam tiap hari.
Dan tetap, saya tetap ingin sekali menjadi pribadi yang sederhana. Menurut saya menjadi sederhana lebih mahal dan susah dari apapun.
Selamat ulang tahun hei “manusia stagnan”

Blog at WordPress.com.