PAHLAWAN

10 November. Hari pahlawan. Dan, saya menulis ini jm stengh 1 pagi. Entah kenapa saya jadi kerajingan menulis. Yah, sambil menemni insomnia sih.

Apa makna pahlawan? siapa mereka? Bagaimna cara menghargai mereka?

Pertanyan seperti itu sering muncul menjadi headline di berita-berita di televisi, koran nasional ataupun sekedar promosi di televisi. Jujur saja, saya bosan dengan wacana-wacana, berita-berita yang bertemakan pahlawan diulang-ulang setiap tahunnya.

Apakah 10 November hanya akan jadi hari peringatan saja tanpa implementasi nyata. Apakah tanggal pada tanggal 11  November nanti atau pada bulan depan atau 2 bulan setelah ini akankah kitaa kan tetap menghargai pahlawan? kalau iya, seharusnya besok-besok tak ada lagi berita kisruh papua, tak da lagi mahasiswa bentrok ketika demo, tak ada lagi kasus gayus atau semacamnya. Nyatanya bagaimana? mungkin pertanyaan ini harus ditujukan pada pribadi masing-masing.

Menurut saya pahlawan itu adalah ibu saya, ayah saya, kakak adik saya, Rasul dan para manusia-manusia dengan pribadi sederhana yang mempunyai kata-kata powerful, tindakan super tak biasa dan selalu tahan cobaan bertubi-tubi. Mereka jatuh berkali-kali tetapi bangun berkali-kali pula. Mereka adalah sumber belajar kita yang membuat kita malu jika membandingkan apa yang telah kita perbuat dengan apa yang telah mereka perbuat. Cara menghargainya adalah menjaga apa yang mereka perjuangkan. Bukan dengan menjadikan mereka sebagai objek berita, cari keuntungan sendiri kemudian mereka dilupakan.

Semoga hari pahlawan kali ini bisa membuat kita lebih dewasa dan setelah hari ini kita selalu ingat akan pahlawan-pahlawan kita.

NB:lagi kena insomnia. nggak bisa tidur

Advertisements

DIMENSI BARU

Saya memasuki dimensi kehidupan baru yang luar biasa beda selama 3 bulan ini. Satu masa yang tak terencanakan sebelumnya. Sampai sekarang pun saya masih tak biasa dengan rutinitas ‘aneh’ seperti ini.
Saya, dari kecil, tak pernah punya cita-cita jadi orang penting. Layaknya mahasiswa pada umunya, saya hanya ingin belajar, lulus cepat, dapat kerja dan hidup enak sampai tua. Standard bukan. Dan entah kualat pada apa, takdir menuntun saya pada jalan yang tak terduga.
Kadang-kadang saya berpikir, untuk apa saya tetap dijalan ini. Kenapa, di awal bibir saya terucap kata ‘mampu’. Kenapa tidak membuat alasan super hebat saja waktu itu.

Tapi, buat apalah disesali, karena saya sudah ‘basah’ kenapa tidak menyelam sekalian dengan sekali-sekali muncul ke permukaan untuk ambil udara dan kemudian menyelam lagi.
Toh, saya juga akan belajar banyak dari sini. Belajar bahwa memimpin itu memang tidak mudah, belajar bahwa betapa pentingnya hal-hal simpel dan kecil yang tak kasat mata, betapa pentingnya untuk membunuh ego dan menguburnya dalam-dalam, dan belajar bahwa ekspektasi tinggi itu dekat dengan rasa kecewa.
Target saya tidak muluk-muluk kok. Saya ingin menciptakan kultur. Sebuah kultur akademik yang sehat. Saya ingin melihat mahasiswa, untuk sekedar berbicara saja harus mempunyai dasar yang kuat dengan mengandalkan intelegensianya. Saya ingin sekali melihat mahasiswa bertindak dengan prinsip-prinsip yang dewasa. Bertindak tidak dilatarbelakangi oleh kepentingan-kepentingan bodoh.
NB:saya lagi ‘loyo’ jadi saya menulis saja untuk memotivasi diri.

TREES AND THE WILD



Akhir-akhir ini saya suka mendengarkan lagu mereka. Momennya tepat saja karena hujan dan akustik itu menurut saya klop.
lagu yang saya suka dari album mereka adalah The noble Savage, Berlin, Malino, Verdue, Derau dan kesalahan dan Kata
Kalau mau donlod gugling saja, banyak website yang menyediakan linknya kok

PEJALAN KAKI

Sudah dua bulan ini saya menempati kosan yang baru yang bernuansa sepi dan senyap pada malam hari. Jujur saya tidak begitu dekat dengan penghuni sekitar. Saya lebih banyak menghabiskan waktu dikamar, bermain game, browsing internet dan menyelesaikan masalah di KMTM.
Nah, karena saya sering kesepian itu, saya sering main ke kontrakan teman. Yang menarik adalah, saya lakukan itu dengan dengan jalan kaki dengan jarak kira-kira 3 kilometeran setelah maghrib.
Ada kombinasi sensasi aneh yang muncul. Ada rasa lelah tapi diimbangi dengan rasa enjoy yang tak biasa. Rasa-rasanya seperti menemukan sesuatu yang baru. Suasana kampus malam hari yang gelap gulita, bau tanah yang habis digutur hujan-Solo seminggu ini hujan terus,melewati perpustakaan pusat-masih ada saja orang disitu, menikmati latihan anak-anak sastra yang lagi mempersiapkan pentasnya, melihat geng-geng skateboard.
Keliahatannya saya harus melakukan ini lebih sering.
NB:saya terinspirasi setelah nonton Into the Wild-akhirnya Alaxander Supertramp sadar juga kalau kebahagiann itu harus dibagi-bagi

Create a free website or blog at WordPress.com.