MEMBACAKU

Untuk ukuran anak remaja tua seperti saya, rasa-rasanya heran kalau sudah pikun. Tapi ini kenyataan kok. Begini. Kepala saya penuh dengan dengan ide yang ingin saya ubah menjadi tulisan. Banyak sekali. Anehnya, ketika sudah membuka blog saya ini, ide itu langsung buyar saja. Hasilnya, saya jadi mematung di depan komputer. Rasa-rasanya saya harus menemukan jalan keluarnya.

Membaca  bisa jadi jalan keluarnya. Pernah saya baca suatu artikel bahwa sering membaca bisa mengurangi pikun di hari tua. Nah, di artikel itu disarankan untuk memulai membaca yang ringan-ringan dulu semisal koran harian dll.  Tapi kebiasaan membaca koran harian sudaha saya tinggalkan lama. Sebagian besar yang ditulis adalah beita-berita kurang bagus untuk dibaca yang menurut saya mempunyai dampak kurang bagus juga ke masyarakat yang membaca. Mayarakat jadi lebih pesimis. Dunia jurnalistik sekarang sudah berubah menjadi ladang bisnis dan para kuli tinta kehilangan idealismenya.

Saya sendiri sedikit demi sedikit mengurangi interaksi dengan berita-berita dalam negeri. Kalaupun ada, itu hanya sekedar tahu keadaan-keadaan di pelosok Indonesia.  Saya hanya ingin menyakinkan diri saya saja untuk lebih selektif dengan berita-berita yang beredar.

Saya sendiri lebih enjoy untuk membaca novel dan buku-buku non fiksi daripada membaca koran atau melihat cara berita ditelevisi. Lebih asyik mendalami sosok nabi Muhammad dan para pewarisnya ketimbang harus mengikuti kisruhnya politik dan hukum yang tak jelas arahnya. Lebih enak membaca novel-novel Andrea Hirata kan daripada mengikuti cerita wakil-wakil kita yang kontroversil luar biasa.

 

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.