SEMESTER 6

Untuk ukuran mahasiswa, kuliah di semester 6 sudah tak pantas lagi untuk di labeli muda walaupun jiwa-jiwa berontak itu masih ada. Dan, untuk sebagian mahasiswa yang kuliahnya lancar, saat seperti ini adalah saat terbaik untuk memikirkan Tugas Akhir dan Kerja Praktek. Kalau ada yang berpikir lain, selamat karena ada mempunyai teman. Saya.

Tak ada rasa sedih dan menyesal awalnya ketika melihat hampir 60% mahasiswa yang seangkatan saya sudah melencong kemana-mana untuk Kerja Praktek. Siap-siap ini itu untuk keperluan KP mereka. Bahkan, ada teman saya yang sudah ngurusi TA sedikit demi sedikit. Benar tak ada rasa iri atau khawatir sedikitpun. Tak tahu rasa malas ini dalangnya siapa.

Tapi, setelah  sedikit merenung akhir-akhir ini, rasa gugup itu tiba-tiba datang saja. Rasanya saya sudah salah memberi formula untuk waktu, tenaga dan pikiran saya karena semuanya berjalan ditempat. Sesuatu pasti tidak pada tempatnya.

Hal pertama mungkin rutinitas kampus-perpus -kos harus dikurangi kadarnya untuk semester depan. Dan, saya akan membuat resolusi baru dan membuang resolusi yang lama. Waktu 2 minggu di rumah ini akan jadi momen yang tepat menurut saya: Saya harus berubah. Saya janji.

Advertisements

REUNI KECIL-KECILAN

Sudah hari ketiga saya meningglkan kesibukan di Solo. Rasa senang bercampur sedikit tak tenang bercampur aduk. Senang, karena saya akan meninggalkan satu tahun membosankan. Sedikit tak tenang, karena baru-baru ini saya ditelpon dan ditanya ada dimana. Rasa-rasanya saya terlalu mengambil peran penting dikampus. Apalagi semester depan, saya ditugasi hal yang menurut saya berat dan tak biasa.

Tiga hari ini saya habiskan untuk menunggu keberangkatan ke Kalimantan. Saya putuskan untuk menginap di kos teman di UDINUS. Sambil menunggu saya putuskan menghubungi beberapa teman. Yang dekat-dekat terutama. Etong, Pak Ting, dan Adit. Dari ketiganya, saya putuskan untuk menyambangi yang pertama. Alasannya, rumahnya paling dekat dengan tempat saya menginap. Kedua, saya sekalian sepeda-sepedaan keliling simpang lima. Kebetulan ada sepeda lipat.

Sampai sana ada saja yang berubah. Entah itu orangnya, rumahnya dll. Tapi tidak dengan keramahannya. Kami langsung nyambung saja. Kami banyak ngobrol tentang dimana teman-teman yang lain, lagi sibuk apa saja dan siapa saja yang sudah kami jarang temui(kalau saya banyak). Tak lupa kami menyambung obrolan via SMS tadi malam.

Sampai disitu, saya pamit pulang. Saya putuskan untuk pulang berputar arah. Pertama ke Simpang Lima yang tak banyak berubah dari dulu. Kemudian ke Pemuda melewati Paragon, Novotel, SMA 3 dll. Terakhir tentu saja melewati UDINUS dan sampai ke tempat.

Walau sebentar, kunjungan langka saya ini membuat saya sedikit senang. Saya bisa berjumpa teman lama walaupun tak semua. Berputar-putar Semarang yang dari dulu begitu-begitu saja(TAPI SAYA CINTA). Senang rasanya mengetahui semua masih sehat-sehat saja. Saya anggap ini sebagai reuni kecil-kecilan.

 

UNTITLE

Sekitar enam minggu lebih saya menghilangkan diri dari blog ini. Rasanya lelah dan bosan luar biasa. Bukan berarti saya tidak menulis. Apa yang saya pikirkan dan lakukan saya tuilskan di komputer saya seminggu sekali. Cuma belum di publish disini. Tidak ada waktu.

Selama 6 minggu tadi saya hanya habiskan untuk laporan dan persiapan uas. Bisa ditebak uasnya seperti apa jika persiapannya mepet. Tebakan itu mendekati kenyataan ketika banyak rumor mengenai remidi beredar dikampus. Alhamdullilah, saya belum melakukan remidi apapun sejauh ini.

Ngomong-ngomong, selain untuk laporan dan uas dalam 6 minggu tadi, saya masih menyempatkan waktu untuk membaca buku. Perlahan, saya menyukai sastra, khusunya sastra lama, dan sejarah. Saya msih membaca buku Salim A.Fillah. Saya baca berulang-ulang karena lumayan berat. 1 hari untuk satu topik supaya mudah dimngerti dan biasanya sebelum tidur. saya juga membaca cerpen-cerpen A.A Navis dimana dulu cerpennya pernah saya pelajari ketika SMP. Judulnya Robohnya Surau Kami. Mungkin ada yang masih ingat. lanjut ke bukunya Sjuman Djaya. Kemudian bukunya Soe Hok Gie tapi buru-buru saya sudahi karena ada sedikit pemikiran yang berbeda.

Saya masih mencari biografi singkat mengenai Soe Hok Gie, Kahlil Gibran, Che Guevara, Munir, Chairil Anwar dll. Cuma ingin sekedar ingin tahu pemikiran mereka seperti apa.Saya juga msih sering membaca tentang peralihan dari masa Orde Lama ke Orde Baru. Banyak versi. Saya juga masih sering buka tentang Holocaust.

Tak sabar rasanya ingin mengakhiri semester ini. Sesekali saya flash back tentang apa yang saya lakukan selama setahun terakhir. Kesimpulannya: Tidak ada. Saya merasa mati suri. Saya masih bergulat dengan rasa bosan saya yang entah apa sebabnya dan rasa lelah saya di umur muda. Saya juga sering berpikir ketika ada mahsiswa ada yang berkata bahwa kita adalah generasi penerus bangsa. Penerus? Menurut saya level mahasiswa adalah level istimewa. Kita bukanlah penerus melainkan pencipta yang baru guna memperbaiki masa lalu. Mungkin yang membuat bangsa kita tak maju karena kita sering mengingat masa lalu, merindukan masa-masa layaknya pada orde baru.

Omong-omong lagi, saya sudah jarang update film. Apa ya kira-kira film yang bagus?

Create a free website or blog at WordPress.com.