SUASANA

Hari sabtu kemarin, seperti yang saya rencanakan sebelumnya, saya ingin mengubah beberapa posisi benda-benda yang ada dikamar saya. Apalagi, sudah banyak debu dimana-mana. Saya kira debu-debu tadi ada karena ketika saya berangkat ke kampus, salah satu jendela kamar selalu saya buka. Buka kenapa-kenapa, saya hanya menganggap bahwa kamar adalah layakanya manusia. Mereka butuh udara untuk bernafas. Intinya, saya butuh suasana berbeda dan ingin melihat benda-benda dikamar saya berada diposisi yang tak biasa ketika bangun tidur. Benar saja, suasana hati saya menjadi tidak biasa ketika semuanya menjadi berbeda. Tidur saya tidak banyak terganggu lagi.

Kalau mau dianalogikan, manusia dalam hidupnya juga harus melakukan yang demikian kan? Harus melakukan yang hal berbeda agar mendapatkan teman yang berbeda, pengalaman yang berbeda, suasana yang berbeda dan banyak beda-beda yang lainnya. Jadi ingat syairnya Imam Syafii’i

Singa hutan dapat menerkam mangsanya setelah ia tinggalkan sarangnya

Anak panah taka akan mengenai sasaranyya, jika tak beranjak dari busurnya

Andaikan mentari berhenti selamanya ditengah langit, niscaya umat dari ujung barat sampai ujung timur akan bosan kepadanya

Jadi, kita patut mencoba hal-hal yang berbeda kan agar hidup kita tidak datar-datar saja dan tidak begini-begini saja. Yah, hanya sebagai pengingat diri sendiri agar tidak mudah down dan pesimis ketika menghadapi kesulitan dalam mencoba hal-hal beda tadi.

**Aneh, tapi tidak tahu mengapa saya akhir-akhir ini tertarik dengan yang namanya puisi padahal ketika membaca salah satu puisinya Chairil Anwar via internet bingung total

Advertisements

FILM INDONESIA(2)

Hari minngu, ketika saya lagi tak ennak hati setelah meilihatt  liverpool kalah oleh tottenham. Bahkan sampai sekarang masih kepikiran apakah liverpool bisa lolos ke liga eropa tahun depan.

Beruntung, setelah melihat kekalahan liverpool tadi, perasaan saya berubah senang sedikit karena melihat film Indonesia Minggu pagi di victoria park. Sebenarnya, saya sudah pernah membaca resensinya di blog seseorang tapi karena ini adalah film Indonesia, saya sedikit under estimate. Jadi berlalu begitu saja.

Tapi, setelah kemarin saya menontonnya langsung di RCTI, film ini saya beri skor 8 dari skala 10 karena menyughkan ide cerita yang itdak biasa dan segar. Mengangkat cerita tentang TKI yang banyak kita dengar tapi sangat jarang diangkat menjadi sebuah film.

Bercerita tentang seorang kakak yang mencari keberadaan adiknya di Hong Kong yang lebih dahulu menjadi TKW. Singkat cerita, si adik rela menjadi pekerja apa saja demi membahagiakan orang tuanya di Indonesia. Dari menjadi tukang cuci piring sampai menjadi wanita penghibur. Sambil mencari sang adik, sang kakak bekerja sebagai pembantu dirumah seorang Hong Kong.

Secara garis besar, film ini bercerita tentang realitas kehidupan para tkw di hong kong tapi tidak hanya dari satu orang. Banyak yang menganggap bahwa para tkw mendapatkan bayaran yang tinggi sehingga orang-orang terdekat mereka meminta macam-macam. Ada yang berhutang dengan bunga yang tidak sedikit. Ada yang sampai bunuh diri karena banyaknya hutang yang menumpuk.

Di Indonesian Movie Award kemarin ternyata Titi Sjuman yang berperan menjadi si adik mendapat penghargaan sebagai pemeran wanita terbaik. Saya tambah tidak meragukan kualitas film ini.

Mungkin sudah saatnya film indonesia bengkit kembali karena banyak ide-ide segar yang dapat diangkat agar masyarakat menjadi aware dan peduli. Ide-ide tentang permasalahan pendidikan, sosial, budaya, keagamaan, dan politik pasti akan menjadi santapan yang enak bagi para penikmat film. Contohnya saja film Laskar Pelangi dan Denias  yang mendapat apresiasi dari masyarakat.

Akhir kata, pelajaran dari film ini: jangan remehkan wanita. BANGKIT FILM INDONESIA!.

FILM INDONESIA

Saya, tiba-tba saja ingin nonton film Ada Apa Dengan Cinta. Bukan karena saya lagi dimabuk cinta. Apalagi saya bukanlah penggemar film romansa. Ini lebih kepada keinginan saya melihat film-film yang membuat perfilman Indonesia bangkit kembali. Dan, saya yakin Ada Apa Dengan Cinta salah satunya.

Cerita pop remaja yang tidak biasa dijaman itu membuat film ini begitu fenomenal menurut saya dengan percakapan tak hanya tentang cinta. Tapi, yang membuat saya suka menontonnya adalah  karena adanya bumbu-bumbu sastra seperti puisi yang tak jauh dari Chairil Anwar atau Sjumandjaya. Ini membuatnya tidak biasa ditambah pelaku-pelaku seni yang tidak sembarangan. Saya tidak heran film ini jadi ikon kebangkitan film nasional.

Idelanya, dengan adanya film ‘pancingan’ seperti ini perfilman Indonesia harus menuju kearah yang lebih baik. Tapi, kenapa sekarang, menurut saya, perfilman Indonesia adalah tayangan yang tak layak tonton. Tema-tema cinta masih ada namun membosankan. Tema-tema horor diangkat tapi dengan menghalalkan scene-scene yang tak bermartabat.

Ok. Mungkin ini bisa saja masalah selera saya yang murahan tapi, daripada mengangkat tema horor sex atau cerita romansa murahan, bukankah lebih baik mengangkat kehidupan masyarakat yang aktual. Contahnya saja Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi(saya penggemar film mira lesmana dan riri reza). Atau, tema-tema politik atau perjuangan layanknya film Gie. Pasti kita masih ingat dengan film Hollywood yang diberi pajak tinggi jika ingin mengedarkan film mereka di Indonesia. Saya pikir itu baik agar film kita tidak ‘tertindas’. Nah, pemerintah sudah mendorong, tinggal menunggu waktu bagaimana pelaku-pelaku seni tadi merespon.

ANEMIA?

Keliatannya saya menderita anemia. Saya ambil kesimpulan tersebut setelah menemani teman ke apotik. Ada poster yang menyebutkan gejal-gejala anemia seperti gampang lelah,  gejala yang saya alami akhir-akhir ini.

Saya coba ngobrol-ngobrol ringan dengan teman, selain cari-cari juga digoogle, mereka menyebutkan beberapa penyebabnya

kurang tidur

Mungkin iya karena saya biasa tidur sekitar jam 11-12 malam. Karena tugas dan bermain PES, saya susah tidur kalau belum ngobrol dan nonton acara olahraga malam Metro tv

bosan

Ini penyebab yang entah benar atau tidak. Tapi saya yakin punya sedikit pengaruh juga karena setiap hari saya melakukan hal yang sama. Berangkat ke kampus jam 7.30 dan pulang jam 16.00. Setelah itu sekitar setengah jam bermain COD dan membaca buku sedikit. Malamnya, makan ditempat yang hampir sama kemudian ngotak-ngatik kompi sambil mengerjakan tugas kalau ada. Hampir seperti itu setiap hari. Ingin rasanya pergi jauh-jauh tapi entah kemana.

Tak punya duit

Ini alasan yang saya dapat ketika menulis posting ini. Setengah guyon tapi kakak tingkat saya menjawab demikian ketika saya tanya penyebab anemia. Harus saya nyari duit jor-joran? saya pikir tidak. Yang ada nanti kuliah saya yang berantakan.

Saran teman saya dalah cepat-cepat mengkonsumsi Sangobion tapi saya ragu. Saya takut kalau ketergantungan.

ANEH

6 tahun saya hidup di asrama, dengan rutinitas yang hampir sama, pembina yang itu-itu saja, teman seangkatan yang tak banyak berubah, tempat yang sama, pengajar yang tak jauh beda. Anehnya, saya tidak merasa bosan, tidak pernah merasa sendirian.
Tapi, hampir 3 tahun saya hidup dengan lingkungan yang berbeda total. Orang-orang bru, pengajar baru, tempat tinggal baru, lingkunagn baru. Anehnya, saya sering merasa bosan dan senidri. Merasa ingin cepat-cepat keluar dan mencari lingkunan baru.
Aneh saja

Create a free website or blog at WordPress.com.