AKHIR PEKAN

Ekspektasi

Akhir pekan ini saya maunya lebih produktif dari minggu-minggu sebelumnya. Yang dari banyak tidur ke kegiatan yang tidak biasa. Saya inging mendalami software-software yang terlanjur terinstall di kompi saya. Solidwork, fortran, pipe flow, matlab, dan menyelesaikan membaca buku Kebangkitan karangan Tolstoy. Kemudian mengerjakan tugas perpindahan panas yang sudah 80% selesai. Kan tanggung. Pergi ke toko buku Togamas sambil lihat-lihat buku apa yang baru. Kemudian membersihkan kamar yang debunya sudah membuat saya bersin bolak-balik. Setelah itu ditutup dengan nonton film lama 500 Days of Summer atau Shawshank Redemption.

Nyatanya

Permulaan sudah buruk karena habis subuh tidur lagi dan bangun jam sembilan. Ingin hati membersihkan kamar tapi apa daya setelah pak kos bilang bahwa kamar sebentar lagi mau dicat. Belik ke rencana lain. Belajar software. Lagi-lagi sial. Software solidwork yang sangat kebelet saya pelajari ternyata lupa minta cracknya sehingga tidak dapat dibuka. Alhasil, hanya software matlab yang semapt saya pelajari. Lumayanlah daripada tidak samasekali. Lanjut ke pekerjaan kuliah. Tugas perpindahan panas yang kurang sedikti lagi ternyata masih kurang materi. Maklum, ini tugas pembuatan makalah bukan mengarang indah.

Bosan karena kos sepi, saya putuskan untuk main ke kos teman. Sampai disana malah asyik ngobrol bola sampai sore. Malamnya yang saya rencanakna untuk nonton film ternyata harus diundur dulu. Liverpool main. Menag 5-0 pula. Sip lah. Lanjut nonton Madrid. Satu kesimpulan ketika nonton Madid. Mourinho adalah sosok pelatih yang merusak keindahan sepakbola. Main pragmatis tetapi bisa menang besar lawan Valencia. Aneh.

MINGGU YANG MELELAHKAN

Minggu yang melelahkAn. Dari hari jumat sampai minggu saya menghabiskan waktu yang tidak biasa di perpus. Berhubung program studi D3 akan diakreditasi besok seninnya, maka kami diminta untuk menyiapkan perpus sebaik-baiknya karena kelengkapan perpus juga masuk dalam penilaian.

Ternyata imbasnya masih sampai sekarang. Saya masih merasa pusing dan mengantuk walaupun sudah merasa cukup tidur. Parahnya, saya tidak dapat menahan nafsu buat berPES ria dikos teman. Diperparah lagi, ada tugas komputasi perpan yang belum kelar. Parahnya lagii, website untuk HMJ juga belum selesai-selesai. Saya mersa sedikit tertekan.

Imbas yang lain, saya harus merelakan ujian getaran mekanik padahal beberapa hari sebelem ujian saya sudah bertekad untuk menyelesaikan yang belum saya pelajari dari buku Engineering Vibration. Manusia memang hanya bisa berencana. Yang paling parah, saya belum bisa membendung keinginan saya untuk menonton setiap pertandingan Liverpool. Untuk soal yang satu ini, walaupun besok ada ujian 10 matakuliah, saya tetap merelakan untuk nonton Liverpool. Disini, loyalitas dan kebodohan menjadi samar menurut saya. Hampir tidak ada bedanya.

Tetapi, dibalik semua itu, dibalik hal baik atau buruk yang terjadi, saya merasa selalu ada yang disyukuri.

  1. Saya bisa menikmati menu makan yang tidak biasa. Bayangkan, menu saya tiga hari tidak jauh-jauh dari ayam goreng dan masakan padang.
  2. Ternyata, tugas komputasi perpindahan panas diundur selama seminggu karena ada kegiatan akreditasi tadi.
  3. Perpus lebih bersih dan tertata. Sejak lama saya idam-idamkan ternyata harus ada acara akreditasi juga agar semuanya tampak bersih dan wangi.

Hasilnya, saya begitu kewalahan minggu-minggu ini walaupun sudah saya bawa tidur berjam-jam ternyata lelah itu belum hilang-hilang. Dan entah kenapa, saya tiba-tiba rindu akan suasana rumah, nonton bola dirumah, masakan rumah, panas yang tidak biasanya Kalimantan, sulitnya mencari warnet di kampung halaman saya. Saya tidak penah serindu ini dengan rumah. Sekalipun belum pernah. Keliatanaya saya harus benar-benar pulang liburan ini.

Yang Tak Terungkapkan

1. Hampir 2 semester saya tidak pulang ke semarang. Mungkin ini alasan pikiran saya ini sering memikirkan teman-teman di semarang. Yang paling sering, saya selalu kepikiran untuk main futsal bersama. Kalau bisa sih main bola saja. Karena dari pengalaman saya main futsal bolak balik, main futsal itu lebih melelahkan daripada main bola. Entah kenapa.

2. Saya akhir ini sering memikirkan masa depan terutama tentang konsep rumah untuk masa depan. Setelah dipikirkan matang-matang, saya ingin punya rumah yang punya halaman lebih besar daripada rumah itu sendiri. Jadi bisa dipakai buat nyantai-nyantai setelah pulnag kerja atau ditanam apa sajalah yang penting setelah kerja ada yang disirami. Sekalian mangajari anak-anak saya kelak untuk mencintsai tumbuhan dan alam.

3. Tiba-tiba ada teman yang ngajak sambil guyon untuk ikut menjadi aktivis green peace. Alasannya absurb, supaya bisa dapat kenalan cewek banyak. Saya taksir, tak kurang setahun pasti teman saya itu bakal non aktif. Saya bukan master aktivis sih dikampus, saya hanya pembina di organisasi jurusan yang menurut saya sudah bisa membuat saya kerepotan. Apalagi jadi aktivis green peace. Alam sekarang lagi nagmuk-ngamukanya jadi kerjaan aktivis green peace sekarang pasti banyak. Ditambah kampanye pelestarian lingkungan dan lain-lain.

4. Seperti saya posting sebelumnya, saya lagi ragu-ragunya kuliah. Saya tidak begitu yakin tentang apa yang saya dapat didunia orang terdidik seperti ini. Sampai sekarang saya belum menemukan alasan kenapa manusia harus sekolah.

5. Saya lagi girang-girangnya karena Liverpool fc rekor bermainya sudah bagus. Tak seperti di pegang Roy Hudgson dulu. Di tangan Kenny Daghlish banyak hasil-hasil yang membuat saya nyombong ke teman-teman besok harinya.

6. Lagi benci-bencinya sama si Fernando Torres. Semoga sampai akhir musim belum juga mencetak gol dan chelsea tidak mendapat gelar apapun.

7. Lagi kepikiran dunia pendidikan akhir-akhir ini. Menurut saya, pendidikan yang kita dapat dari masuk TK sampai saya kuliah sekarang, saya tidak menemukan satu pendidikanpun untuk membentuk pola pikir dan mental pelaku pendidikan(siswa ataupun mahasiswa). Jadi, saya sangat ingin mata pelajaran leadership dimasukkan kedalam kurikulum seperti saya dulu walaupun dulu pelaksanaannya tidak bagus menurut saya. Ekstrakurikuler juga dimasukkan kedalam kurikulum. Alasannya, karena dapat membentuk pola pikir dan mengasah mental tadi.

NB: semoga Liverpool finis ketempat kelima. Minimal bisa berlaga dikompetisi eropa walaupun kelas dua. Kalau tahun depan, di Primer League Chelsea dan Liverpool tanding, semoga si Caragher tega MEMATAHKAN KAKI FERNANDO TORRES. Soalnya Nani kan sudah dites.

Pertanyaan Mendasar

Tiba-tiba saja saya menjadi ragu akan masa depan yang menunggu saya. Setiap kali ada yang meminta surat bebas perpus karena sebentar lagi akan lulus, setiap kali itu juga saya mencoba menerka apa yang akan dilakukan oleh mahasiswa yang sebentar lulus tadi. Apakah langsung ikut wawancara sana-sini agar mendapat pekerjaan atau melakukan hal-hal lain. Menjadi aktivis lingkungan misal atau mengabdikan diri di kampung halaman sebagai bentuk pengabdian diri ke masyarakat sambil menunggu waktu yang tepat untuk mencari pekerjaan. Saya membayangkan banyak hal.
Saya menanyakan pada diri saya sendiri, apakah siap sebagai manusia penyandang gelar sarjana atau sarjana hanya kata tambahan saja? Apakah ilmu yang saya terima dibangku yang dianggap orang sebagi bangku orang-orang terdidik ini sudah cukup membentuk pola pikir dan membuat saya lebih bijak dalam memilih? Atau mungkin nanti saya kalah dengan waktu dengan cepat menuanya saya tetapi yang saya dapat adalah nol besar?
Dan mungkin ketika saya lulus, apakah saya akan keluar sebagai individu yang bisa membawa perubahan dimanapaun saya menetap nantinya? Apakah saya siap meninggalkan tempat lama saya dan berinterkasi dengan lingkungan baru? Dan yang paling mendasar, apakah saya siap atau bisa berubah nantinya?Perasaan takut dan ragu-ragu tadi berkutat sedemikian lama di kepala saya.

Blog at WordPress.com.