MEDIA

Kerap kali saya berpikir skeptis tentang media-media kita. Apakah mereka sudah memberikan informasi kepada kita tanpa ada niatan lain. Apakah mereka sudah mengambil peran check and balance layaknya negara demokrasi lain. Semakin saya berpikir, semakin saya ragu.

Saya masih ingat betul ketika Pak Presiden menyampaikan pidato dihandapan para TNI dan polisi yang sampai-sampai menyinggung gaji segala.   Bukannya saya membela Pak Presiden tetapi kok saya merasa media salah tangkap ya. Atau sayanya yang salah tangkap?

Ketika itu beliau menyinggung gaji beliau yang tidak naik-naik selama 7 tahun menjabat. yang saya tidak suka, kenapa pidatonya itu dipotong ditengah jalan. Dipotong ketika pak presiden cuma menyinggung soal gaji saja. Padahal kan pidato Pak Presiden tidak cuma tentang gaji saja. Masih banyak hal yang dia singgung menurut saya. Inilah yang menurut saya media tidak berimbang. Menurut saya, menyimpulkan suatu info atau berita itu layaknya membaca buku. Kalau mau tahu apa yang diceritakan dalam suatu buku ya harus membaca buku itu harus secara menyeluruh, tidak cuma membaca satu paraghrap. Kalu tidak, yang ada nanti ya salah tafsir.

Bukan hanya kali ini saja sii, dari dulu saya sedikit hati-hati dalam menanggapi berita. Sedikit selektif dalam mencari-cari berita. Karena ya aneh saja, berita yang ada isinya cuma kejelekan pemerintah. Saya bingung, apakah media kita ini mencari rating atau memang ingin memberikan berita untuk masyarakat.

Tulisan ini bukan berupa dukungan untuk Pak Presiden(yang ada nanti saya pendukung partai beliau) atau menjatuhkan media(walaupuin ada juga media yang lebay biasanya). Ini hanya buah dari pemikiran lambat saya saja.

 

Blog at WordPress.com.