BUDAK-BUDAK SOCIAL NETWORK

Jadi ingat ketika pertama kali punya facebook. Tiap hari isinya cuma buka situs bikinan Mark Zuckenberg ini. Kalau nggak buka, rasanya saya ketinggalan banyak berita. Faktor utama, saya sulit lepas dari celotehan teman-teman SMA saya dulu. Saling ejek adalah magnet ketika kami saling komen si salah satu status teman atau ketika di tag. Maka, jadilah semester 1-4 tahun jaya-jayanya Facebook bagi saya.

Tapi, selain karena celotah teman-teman tadi, sebenarnya manfaat facebook itu banyak. Yah, kalau disikapi dengan baik, ya baik juga adanya. Sering ditag di seminar-seminar misalkan walaupun saya jarang datang. Minat-minat seminar cuma pas semester-semester awal dulu. Lama kaleamaan jadi bosan. Isinya cuma tempat orang ngomng doang. Belum tentu dapat wangsit. Kalau memang ada apa-apa, mending tanya mbah Google sajalah. Apalagi, akses internet kampus kan gratis walaupun lemotnya minta ampun.

Pernah ada kasus. Dulu Facebook sempat diblokir dikampus saya. Seelah ditelisik, ternyata permasalahannya bermuara pada suatu aktivitas yang sedikit menyimpang menurut saya. Karyawan sering tidak fokus kerja. Saat kerja buka facebook. Mungkin bukan cuma karyawan sini yang kena virus facebook. Jadi saya buat account di Plurk.

Lama-lama main di Plurk bosan juga. Bikin twitter. Tapi saya tidak begitu ngerti dengan mainan yang satu ini. Jadi, Twitter terlantar begitu saja. Hanya facebook yang punya daya tahan paling lama.

Tapi, memasuki semEster ke-5, saya sering nge-deactivin account FB. Alasannya: sering buang waktu. Minggu-minggu ujian, sini malah asyik saling komen. Padahal, saya di tanggungjawabi untuk bikin web HMJ saya. Belum madingnya. Belum acara ketemu alumninya.  Jadi, saya putuskan untuk tidak ngurusi FB lagi. Tapi dulu hanya bersifat sementara. Kalau ngaktivin lagi, tinggal log in biasa. Dipertambangkan lam-lama, saya putuskan deactive secara permanent. Lama-lama saya kehilangan ketertarikan akan facebook. Sudah tidak menemukan manfaatnya lagi. Oia, ada lagi alasannya:saya tidak mau jadi anak lebai yang nulis status sok bijak seperti kebanyakan. Kalau mau dapat petuah, doa banyak-banyak aja dan sering sharing dengan kakak-kakak tingkat.

Advertisements

3 thoughts on “BUDAK-BUDAK SOCIAL NETWORK

  1. membaca tulisan ini, saya seperti digiring untuk mereflesikan diri saya sendiri tentang kebiasaan bermain facebook yang sampai tidak tahu waktu. sepuluh jam seharian terkadang saya habiskan hanya main pacebookan bareng temen2. sepertinya kalau saya pikir2, memang sangat membuang waktu-waktu produktif. Malahan, saya sering kalau pergi ke internet untuk ngambil bahan untuk kuliah terlupa gara-gara main facebook dulu, pas nyampe kos ingat, klo tujuan saya ke internet untuk ngambil tugas.. haaaa, saya sepaham dengan Anda jika facebook seringkali membuang-buang waktu hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: