SECUIL CERITA DARI JOGJA(BAGIAN 1)

Senin pagi di penghujung bulan September, jam digital di HP tua saya hampir menunjukkan jam 8. Sambil menunggu kuliah, saya dan beberapa orang teman sedang membahas tugas besar mata kuliah metodelogi penelitian dengan asyiknya. Sampai akhirnya, deringan HP tua saya memutuskan pembicaraan kami ditengah-tengah. Ada telepon masuk ternyata, dari nomer tak dikenal pula.

“hallo..” jawab saya
“hallo, ini Yandi kah?” balasnya. Dari suaranya yang berat, sangat terlihat orang ini adalah orang tua dan saya tak asing dengan suara ini. Paman
“enggih, kenapa nggah?(iya, kenapa paman?)” jawabku dengan sopan
“angah di Jogja, bisa kesini kada?aku kada tau wadahkam(paman dijogja, bisa kesini tidak?paman tidak tau tempatmu)”
“Enggih, insya Allah hari sabtu”
“kutunggu”

Pembicaraan berakhir.

2 Oktober 2010

Hati saya senang bukan main. Untuk yang kedua kalinya selama kuliah, saya diberi kesempatan untuk mengunjungi kota gudeg, Jogja. Termasuk jarang, sangat jarang malah jika melihat fakta bahwa jarak Solo-Jogja dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. Alasan yang kuat adalah saya bukan tipe orang yang suka keluar rumah. Jadi, banyak waktu saya habiskan dikampus dan kos. Toh, kunjungan saya kali ini hanya dilatarbelakangi oleh ajakan paman dan ingin sedikt cabut dari kesibukan kampus. Dan, kata-kata”travel often;getting lost will help you find yourself” sangat memotivasi saya kala itu walapupun arti dari kata-kata itu bukan arti travel yang sebenarnya.

Kebetulan(sangat), akhir pekan itu ada teman seangkatan yang berniat pulang ke rumahnya di Jogja jadi kami putuskan untuk berangkat bersama.

Dengan mengeliminasi apa yang terjadi di kereta waktu itu-karena memang tidak ada kejadian menarik-, saya menginjakkan kaki juga distasiun Tugu Malioboro, Jogja dan kami berdua langsung berpisah karena rumah teman saya berada di Sleman sedangkan saya harus ke tempat paman saya menginap di dekat SMP 14. Semenjak itu pula, saya langsung teringat toko buku shopping disebelah Taman Pintar. Dengan membuat kebijakan ekonomi yang sedikit konservatif, saya teguhkan dalam hati bahwa saya tidak akan membeli apa-apa kecuali buku di toko buku tadi. Bukan kenapa-kenapa, saya ingat bahwa saat itu adalah akhir bulan, saat-saat paling ‘mencekik’ bagi anak perantau seperti saya.

……..bersambung di secuil cerita dari jogja(bagian 2)………

Advertisements

10 thoughts on “SECUIL CERITA DARI JOGJA(BAGIAN 1)

  1. “kebijakan ekonomi yang sedikit konservatif” itu seperti apa ya???boleh di share kah???

    saya hobi banget maen ke jogja. dah puluhan kali dan ndak pernah bosen.hehehe….. jogja memang istimewa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: