MERINDUKAN LEBARAN TAHUN DEPAN

Beberapa hari lagi lebaran akan menyambut jutaan muslim di dunia termasuk di Indonesia. Dan, kegiatan rutin sebelum lebaran sudah ‘meledak’ di Indonesia. Mudik. Pulang kampung.

Kegiatan rutin ini membuat banyak kalangan sibuk. Dari wartawan yang sibuk dijalur mudik, pelabuhan, dan terminal untuk meliput kegiatan mudik tahunan ini. Pak polisi dan pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan pemudik, membuka jalur pemberhentian di beberapa titik jalur mudik. Dan tidak ketinggalan, para pemudik itu sendiri. Dari membeli tiket, membawa oleh-oleh untuk sanak saudara di kampung halaman, dan merencanakan akan nyungkemi siapa saja dikapung nantinya.

Saya masih disini…
Ketika orang-orang menikmati enaknya mudik dan selalu terbayang-bayang keluarga di rumah, saya masih disini. Sepi. Sendiri.

Jauh hari sebelum lebaran menyapa, saya sudah memutuskan untuk tidak mudik tahun ini. Tentunya, keputusan adalah hasil dari banyak pertimbangan dan renungan. Salah satunya adalah waktu libur yang sedikit yang dimulai tanggal 9 sampai 13 september. 5 hari.

Ketika tahu libur cuma dalam hitungan hari, otak saya mulai memikirkan berapa banyak waktu yang akan saya habiskan bersama keluarga nantinya. Perjalanan mudik memakan waktu 21 jam. Itu sudah penjumlahan dari jika saya naik bus+kapal. Angaap saja sehari, pikir saya. Kalau ditambah dengan pulang kembali berarti saya sudah menghabiskan 2 hari hanya untuk perjalanan. Waktu efektif cm 3 hari. Saya coba menerawang, kalau cuma 3 hari apa saja yang bisa lakukan di rumah?? dengan mempertimbangkan banyaknya biaya yang akan keluar dan sedikitnya waktu bersama keluarga, dengan berat hati saya membuat keputuskan. Saya tidak pulang lebaran ini.
Pemberitaan saya tidak pulang saya sampaikan via sms dan dibalas telepon dari ibu. Dan layaknya seorang ibu, ibu saya bertanya tentang ini itu. Dari “nanti makannya bagaimana?”,”di kos ada temannya??” dll. Yah, kekhawatiran seorang ibu pada umumnyalah tapi tetap rasanya aneh, saya kan sudah tidak tinggal dengan keluarga sejak SMP dan mereka masih memperlakukan saya sebagai anak yang baru keluar rumah kemarin sore. Tak apalah, pikir saya.

Strategi ini itu
Dan, jauh-jauh hari juga saya sudah menyiapkan segala sesuatunya agar tidak merasa sendiri nantinya kalau di kos. Pertama, beli bekal makanan kecil, snack dll agar ada yang dimakan pas lebaran sekaligus membelajankn THR saya.hhe. Kedua, beli buku bacaan baru dan pilihan jatuh pada novel Negeri 5 Menara. Startegi ini sudah saya lakukan seminggu sebelum lebaran. Bodohnya, novelnya hampir saya selesaikan sebelum lebaran tiba keliatannya. Sudah 3/4 lebih. Tapi beruntungnya, saya dapat buku baru. Hasil pinjaman dari kakak tingkat. :D.

Saya harap saya masih merasakan lebaran tahun depan. Jika mereview apa saja yang telah sya lakukan selama ramadhan ini, saya benar-benar ingin berjumpa ramadhan dan memperbaiki amal perbuatan selama ramdahan edisi 1431 H. Dan pastinya, bisa mudik ke kalimantan tahun depan. 😀

Untuk para blogger yang mudik, saya ucapkan selamat mudik dan minta maaf jika selama menjadi blogger abal-abal ini sering menuliskan sesuatu yang sering menyakitkan hati. Seperti pertandingan sepakbola, saya harap kita sekarang sudah 0-0. Selamat mudik. 😀

gambar diambil disini

Advertisements

2 thoughts on “MERINDUKAN LEBARAN TAHUN DEPAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: