SEDIKIT REHAT

Akhirnya, setelah sibuk untuk persiapan UAS semester ini, saya ada waktu juga untuk ngeblog. Ini waktu yang saya harapkan setelah 2 minggu hanya berkutat pada buku-buku eksak. Bosan. Sangat bosan.
Tapi, sebenarny tidak setiap hari liat buku terus. Ada sedikit waktu. Waktu yang memang saya persiapkan untuk nonton bola. Ya, saya(bukan cuma saya) lagi kena demam bola Piala Dunia. Sayang, jagoan saya italia harus pulang awal. Padahal, mereka adalah juara bertahan. Dari awal saya memang tak yakin dengan Italia. Skuad yang dibawa sudah banyak yang sudah kelebihan umur tapi masih tetep saja eksis. Entah apa yang yang ada dipikiran Marcello Lippi.
Tapi, seperti biasa, setiap ada laga Piala Dunia, ada saja yang nyeletuk ‘kapan Indonesia bisa ke Piala dunia ya??’. ya, celetukan bernada sinis dan pesimis jika melihat prestasi sepakbola kita saat ini. Setiap laga yang sering dibumbui hal-hal anarki. Adu jotos, lemparan botol dari penonton adalah hal yang biasa dan sangat gampang ditemukan ketika kita nonton laga sepakbola Tanah Air. Diperparah dengan tidak mundurnya ketua PSSI kita, dengan alasan tidak jelas padahal selama menjabat tidak pernah ada satu tropi pun yang datang kelemari koleksi piala PSSI. Entah tahun berapa terakhir kali kita membawa tropi.
Sangat merasa suram(kata-kata yang sering digunakan teman saya sunni) ketika ‘melakoni’ ujian terakhir. Entah kenapa konsentrasi saya teralih kepada hal lain. Hal yang menurut saya tidak penting tetapi selalu kepikiran terus. Konsen kembali ketika satu jam ngeliatin soal. Dan beruntungnya, saya masih bisa menyelesaikan soal-soal itu(terlepas benar atau salah sii).
Tapi, diatas semua itu, saya benar-benar butuh rehat. Butuh jeda untuk lepas dari rutinitas kampus yang melelahkan dan sering kali membosankan.
Saya benar-benar butuh jeda, butuh rehat. Sedikit saja

Advertisements

R.I.P RACHEL CORRIE

Terlambat memang untuk menyatakan selamat jalan kepada si Rachel ini. Kenapa? karena dia telah tiada sekiar 7 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2003, ketika saya masih 13 tahun dan belum nyadar bahwa perang Israel-Palestina benar-benar “ngeksis”
Sangat penasaran pada sosok yang satu ini karena mendadak kaget ketika namanya diabadikan sebagai nama kapal yang membawa balada bantuan ke Gazza. Ternyata dia adalah satu dari ribuan korban tak bersalah yang harus bertemu maut karena konflik Israel-Palestina. Kematian yang tragis. Tubuhnya dilindas berkali-kali oleh buldozer Israel yang ingin menghancurkan rumah seorang warga Palestina.
Sebenarnya Rachel hanyalah seorang mahasiswa biasa. Cuti dari kuliah karena ikut dalam organisasi kemanusiaan yang kemudian erbang ke Gazza untuk melakukan misi kemanusiaannya itu.
Rachel, dalam surat elektronik yang ditujukan untuk orangtuanya, sangat ingin hidup normal seperti para remaja amerika pada umumnya tetapi dia merasa tidak bisa mewujudkannya sementara ada orang-orang dari belahan dunia lain yang membutuhkan bantuan dari genosida yang tersembunyi dengan rapi.
Namun, misi ini ternyata merupakan ajal Rachel yang harus terbunuh secara tragis. Anehnya, pihak Amerika menuding bahwa misi yang dilakukan Rachel merupakan sesuatu yang bodoh.
Sekarang, namanya diabadikan sebagai nama kapal kemanusiaan untuk Gazza. Rachel memang sudah tiada tetapi semangat Rachel tetap ada di dada para relawan Gazza.

DESAS-DESUS, UNEG-UNEG

Sangat bingung sebenarnya ingin menulis tentang apa untuk postingan pertama bulan ini. Kehidupan kampus pun berjalan monoton selama sebulan. Tidak ada hal-hal menarik. Begitu juga di media massa, koran maupun elektronik. Kelihatannya hanya sibuk dengan urusan Alter dan Jane yang masih berkutat dengan masalah pemalsuan jenis kelamin. Di ujung bulan, ada berita sedikit heboh tentang pencarian ketua KPK yang baru, lagi-lagi politik. Bagi saya tidak menarik. Mungkin yang paling menggegerkan adalah berita tentang penembakan tentara israel terhadap kapal yang mengangkut bantuan untuk warga Gazza di Palestina. Memang benar-benar biadab. Toh, saya yakin jika menuliskan tentang postingan gazza dan israel tidak akan mempengaruhi apa-apa. Seruan PBB saja hanya di anggap ‘gonggongan anjing’. Nggak ada pengaruhnya. Saya hanya bisa bertutur doa kepda Yang Kuasa. Dan saya yakin, israel akan mendapatkan balasan yang setimpal. Mungkin mereka bisa mngelak dari seruan dunia yang mengutuk mereka, tapi tidak dengan seruan Allah.

Yah, hanya sekedar catatn akhir bulan seorang pelajar bodoh sii. Nggak begitu penting emang tapi saya ingin membuat postingan pertama bulan ini. Bisa dibilang kehabisan ide kali.

Blog at WordPress.com.