HERAN WAE..

sebenarnya judul diatas tidak ada hubungannya dengan suasana hati. walaupun hati rasanya belum kembali normal. masih butuh banyak terapi.
ok. seperti biasa saya memulai ngeblog dengan memberitahukan keadaan cuaca ditempat saya tinggal. pagi hari ini begitu dingin. sebenarnya saya kena flu. saya heran, kenapa musim hujan di solo ini nggak selesai-selesai y. udah lama banget g ngeliat matahari yang full ada seharian. dan lebih sialnya, saya harus bangun pagi-pagi karena ada kuliah elemen mesin jam 08.00 WIB.
baik. kita langsung ke topik utama. saat itu saya dengan iseng-isengnya melaihat acara tv jm 10 malam. tepatnya tvone. sebenarnya saya ingin melihat penyiarnya sih tp saya langsung terkaget-kaget dengan kasus gayus tumbunan(bener g sih namanya??) . kasusnya menurut saya lebih parah dari korupsi biasa. dia jadi tersangka dalam penyalahgunaan pajak. sekarang orangnya kabur ke singapura bersama keluarganya. entah kenapa keluarga dibawa-bawa saya juga g gitu ngrti.
kalau ngeliat kasus itu saya jadi teringat dengan selogan “orang bijak bayar pajak”. nah,klo kasus seperti ini, masyarakat akan berpikir”ngapain bayar pajak la wong yang ngelola aja g benar”. nah, klo pemerintah dikasih pertanyaan seperti itu pemerintah bakal jawab apa saya juga nggak tahu. mencoba menerkapun saya nggak berani. slogan diatas seperti luntur karena ada kasus ini. malah di facebook ad group atau ap yang slogannya seperti ini klo tidak salah “negara bijak bebas pajak”.
cukup ngakak juga ketika denger slogan itu,sekaligus menyindir keliatanya.hhe. tapi bener. ini kasus serius. klo dianalogikan yang menyalahgunakan pajak itu seperti ngambil duit infak yang biasanya ada dimasjid-masjid pas jum’atan. parah deh.
nah, menurut saya instansi yang ada hubungannya dengan pajak itu seharunya berbenah diri. sebetulnya sih harus dari dulu berbanah. tidak hanya ketika ada kasus mencuat kepermukaan sehingga bisa di cium masyarakat banyak. seharusnya pemerintah dari dulu sudah menduga ada yang g beres dengan pajak. saya juga heran, pajak itu duitnya buat apa. dari dulu indonesia gini gini aja.

waduh,udh y. kebanyakan nulis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: