MENJADI DUA DUA
Sengaja saya tunggu sampai lewat tengah malam karena ini malam sakral rasanya. Dan saya hanya ingin melewatkannya dengan menulis.
Setiap tahun baru, bukanlah tahun baru yang sebenarnya saya tunggu-dari dulu memang tidak pernah merayakan tahun baru berlebihan. Melainkan 7 hari setelahnya. Tidak ada skenario aneh apapun yang ingin saya dapati melainkan hanya ucapan-ucapan selamat dari orang terkasih. Cukup rasanya ketika mengetahui masih ada yang peduli tentang hal detail mengenai kita. Sayangnya, sejauh ini belum ada. Baru saya yang mengucapkan selamat ke diri saya sendiri.
2011 berakhir dan datangnya 2012 seperti mimpi. Saya seperti berada di kereta super cepat. Ingatan saya mengenai tahun 2011 saja sudah samar-samar. Rasanya aneh sekali mendapati diri sudah berumur 22 tahun.
Rasanya sedikit sekali hal-hal yang saya lakukan menjelang 22 tahunnya saya ini. Dan saya menatap 2012 dengan mata sayup penuh sinis. Tak yakin apakah tahun ini akan menjadi tahun yang menyenangkan. Tapi harus tetap dijalani tentunya. Masih banyak kerjaan yang harus saya tuntaskan di HMJ saya. Kuliah saya harus tuntas semester 7 ini juga. Semester depan harapannya sudah dapat pembimbing skripsi dan magang. Rasanya saya yang giliran harus berlari cepat. Saya sudah bosan sekali disini. Melihat orang-orang sok kuasa dimana-mana. Birokrasinya yang membuat saya naik pitam tiap hari.
Dan tetap, saya tetap ingin sekali menjadi pribadi yang sederhana. Menurut saya menjadi sederhana lebih mahal dan susah dari apapun.
Selamat ulang tahun hei “manusia stagnan”





mumpung masih 22 mad, lakuin sesuatu sing bisa diceritakan dengan bangga ke anak cucu…. hahaha… btw, sangar lho kowe dadi ketua HMJ…
yup. ak wae g kebayang og sun. ujug2 lngsung dipilih.