Borneo's Blog

life is just like eating, enjoy every last bite and appreciate it

RANDOM

Hujan sore ini sudah reda sekitar setengah jam yang lalu. Sisa-sisanya masih saja dijalan-jalan. Menggenangi permukaan jalan didepan kos saya yang tidak rata-rata amat. Saya masih enggan keluar dari kamar. Entah kenapa, hujan seolah-olah melengkapi kemalasan saya dihari Minggu ini. Saya lebih memilih kata malas ketimbang galau.

Jadi, hari Minggu ini saya melakukan hal yang tidak produktif sama sekali. Jam 7 saya pulang dari kos teman saya. Sampai dikos, entah kenapa saya tak tahu harus melakukan apa. Saya putuskan untuk mencari ‘sarapan-makan siang’. Selesai makan, mandi lalu bingung lagi mau apa. Saya putuskan ke kampus. Tujuannya adalah sekre HM saya. Hanya sekedar cek ini itu dan browsing-browsing sebentar(padahal dikos pun ada). Kemudian pulang jam 1. Beli kopi dan sepasang tahu goreng. Browsing-browsing lagi. Ngantuk. Tidur. Bangun. Browsing-browsing lagi. Menulis blog ini. Entah setelah ini mau apa. Padahal ada satu kerjaan yang harus diselesaikan.

Seakan-akan hampa yang sebenarnya kosong rasanya nyata sekali. Seperti berada titik terendah dalam hidup. Dimana harapan dan kata-kata motivasi adalah omong kosong terhebat. Seperti sepi yang semakin pekat. Yang kemudian membuat saya mengambil kesimpulan: saya benar-benar merasa kesepian.

Kemudian, tiba-tiba saya merasa membutuhkan Tuhan. Membutuhkan sosok manusia yang lain. Karena, rasa-rasanya saya begitu jauh dari dua sosok ini.

“punya kepala tapi tak punya nyawa. aktif tapi tidak produktif. oksimoron. paradoks.”

TENTANG MEDIA YANG MEMBOSANKAN

Saya benar-benar bosan dengan twitter, kompas, detik dan media-media di internat lainnya. Tiap hari berita selalu serupa. Ada pembeda tapi tak penting. Kompas apalagi. Berita-beritanya itu-itu saja. Detik hampir

Jadi siapa yang salah kalau saya jadi anti-sosial. Kita selalu berkutit dengan masalah. Masalah itu baik kalau kita mau memandangnya demikian tapi kalau tiap hari tak ada pencerahan yang ada bikin malas. Menggantung. Hidup di negara yang mengaku demokratis memang sulit ya.

#curhatsore

Jadi hari ini kampus sepi sekali. Rekan-rekan saya memang sudah banyak yang pulang ke rumah masing-masing. Hanya ada 3 sampai 4 orang teman seangkatan saya disini yang bantu-bantu buat menyiapkan acara penutup kepengurusan saya.

Sebenarnya saya mau cerita banyak di blog ini. Hasil dari kombinasi kesepian, kebingungan dan hampir putus asa ujung-ujungnya selalu jadi tulisan. Apakah kebanyakan penulis itu dulunya memang orang stress ya? Mereka tak tahu harus diapakan ke-stress-an mereka, ujung-ujungnya menulis ? Entahlah.

Oh iya. Tentang insomnia yang saya derita akhir-akhir ini. Tadi malam saya tiba-tiba bisa tidur lebih awal. Sebelum jam 12 pokoknya. Itu sesudah saya ngobrol dengan salah satu teman saya via YM. Miracle of ngobrol kah?

beban pikiran saya yang lain. Saya masih menyusun rencana apa yang saya lakukan satu semester depan. Belum ada rencana Kerja Praktek sih tapi rencana skripsi sudah ada. Sudah dapat judul dan tinggal deal dengan dosen pembimbing. Ah, saya ingin cepat-cepat lulus secara tiba-tiba.

Masih harus memikirkan HMJ juga. Semoga bisa dapat beriringan nih. Yah, makin hari makin berat, makin kabur dan makin sulit ditebak. Rasa-rasanya saya memang harus ekstra fokus.

Hmm. Apa lagi ya. Oh iya. Ada yang tau link buat download ebook TOEFL atau semacamnya. Saya butuh soalnya. Urgent sekali.

sekian. #curhatsore

INTROVERT

Tiba-tiba saya teringat kejaadian menggelikan ketika SMA dulu.

Jadi dulu ada anak labil, yang entah dia serius atau tidak ketika mengatakan bahwa ada temannya yang titip salam ke saya. Temannya tadi bertanya kepada saya apakah saya salam balik atau tidak. Saya jawab ‘tidak’ dengan nada datar. Rasa-rasanya nada datar tadi diartikan berlebihan. Setelah itu saya dicap sebagai kakak kelas yang unfriendly, jutek, pokoknya jelek ada disaya tapi kayaknya cuma beberapa orang saja yang beranggapan begitu.

Apa yang saya coba katakan adalah begini. Sebab kenapa saya bersikap demikian dan mengnggaap label-label jelek yang dialamatkan dengan sikap yang biasa-biasa saja aadalah karena saya tahu yang melabeli saya itu tidak tahu luar dalamnya saya. Saya orangnya tertutup. Tak gampang buka-buka. Saya hanya percaya pada orang tertentu. Sepertinya rasa percaya saya terbayar karena menurut saya sampai sekarang rahasia-rahasia terjaga sangat rapat ditangan mereka.

Saya bercerita tentang bayak hal kepada mereka. Tentang perempuan yang saya taksir yang dari kelas 1 SMA sampai sekarang adalah orang yang sama. Tentang kegiatan saya dikampus. Tentang kerjaan saya dulu diperpustakaan. Curhatan-curhatan saya yang sifatnya politis tapi bodoh-tapi yang setuju banyak juga hahahaha. Walaupun jawaban mereka hnya ‘oooo’ atau ‘iya to’ atau mungkin ‘bagus-bagus’ tapi jawaban mereka tetap saja melegakkan. Bagi saya inilah seni bercurht. Kita tak perlu jawaban. Kita hanya perlu bertutur. Dan ini idealnya menurut saya. Jadi yang dicurhati tak usah-usah pusing.

Nah, ketika menulis disini kenapa kok vulgar? Hhhmmm. Kalau ini namanya seni menulis. Tak perlu bertutup-tutup ria. Karena jujur,hanya dengan menulis saya sering blak-blakan. Saya tak banyak bicara soalnya kalau lagi bersama teman. Ada perasaan takut bertutur.

INSOMNIA

Ah, malam-malam saya tidak pernah sesuntuk ini sebelumnya.

Jadi begini ceritanya. Kan sudah saya uraikan sebelumnya bahwa saya dikasih kerjaan yang durasinya satu tahun. Sampai-sampai saya mengorbakan untuk tidak aktif kuliah lagi semester depan gara-gara kerjaan ini. Selain karena sudah malas kuliah-semester akhir ternyata sebosan ini,nilai IPK yang menurut otak bodoh saya sudah berada di zona nyaman-yang ini jangan ditiru, saya ingin fokus dikerjaan saya tadi secara total. Kerjaan di HMJ saya. Dan kalau mengingat-ingat betapa tak rapinya HMJ saya, tak terorganisasi dengan baik, saya pikir saya memeng harus ekstra fokus.

Kerjaan tak saya sangka sebanyak ini. Urus ini itu. Birokrasi aneh pula. Hadeh. kadang-kadang saya merasa kehabisan bensin. Tercatat kalau tidak salah saya sudah 2 kali sakit.

Dan, ujung-ujungnya menggangu tidur malam saya. Tak tahu ini sehat apa tidak tapi saya mulai terbiasa tidur jam 1 sampai jam 2 pagi. Sebenarnya ketika sudah pulang ke kos tubuh maunya istirahat tapi ketika sudah bertemu ranjang kok mata tidak mau nutup ya. Dikepala ada saja pikiran macam-macam. Entah itu masalah kuliah, HMJ dll.
Sudah saya coba baca buku, baca blog orang, baca artikel macam-mcam tapi tak mampan juga. Pernah sih nemu formula yahud agar cepet tidur: baca textbook perkulihan. Tapi lama-lama kok udah tidak mempan. Harus cari alternatif yang lain juga bingung.

Pernah ada pikiran buat beli obat tidur tapi takut ketagihan. Saya belum pernah konsultasi ke teman-teman saya sii buat masalah ini. Masih cari-cari alternatif sendiri. Ah, semoga menulis ini bisa jadi jalan keluarnya.

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah,
Aada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di wiraza,
Ttapi aku ingin menghabiskan waktu ku disisi mu sayang ku….
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandala wangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
Ada bayi-bayi yang lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati disisi mu manisku

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tidak satu setan pun tahu
Mari sini sayangngku
Kalian yang pernah mesra Yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas Atau awan yang menang

Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahir
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua

Berbahagialah mereka yang mati muda
Mahluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu

 

oleh Soe Hok Gie

 

 

Saya bukanlah penggemar Gie walaupun saya suka nonton filmnya. Saya suka kegalauan Gie tapi agak kurang setuju dengan beberapa pemikirannya.

Tapi, untuk puisi ini, saya suka sekali. Terutama bagian awalnya. Romantis

MENJADI DUA DUA

Sengaja saya tunggu sampai lewat tengah malam karena ini malam sakral rasanya. Dan saya hanya ingin melewatkannya dengan menulis.
Setiap tahun baru, bukanlah tahun baru yang sebenarnya saya tunggu-dari dulu memang tidak pernah merayakan tahun baru berlebihan. Melainkan 7 hari setelahnya. Tidak ada skenario aneh apapun yang ingin saya dapati melainkan hanya ucapan-ucapan selamat dari orang terkasih. Cukup rasanya ketika mengetahui masih ada yang peduli tentang hal detail mengenai kita. Sayangnya, sejauh ini belum ada. Baru saya yang mengucapkan selamat ke diri saya sendiri.
2011 berakhir dan datangnya 2012 seperti mimpi. Saya seperti berada di kereta super cepat. Ingatan saya mengenai tahun 2011 saja sudah samar-samar. Rasanya aneh sekali mendapati diri sudah berumur 22 tahun.
Rasanya sedikit sekali hal-hal yang saya lakukan menjelang 22 tahunnya saya ini. Dan saya menatap 2012 dengan mata sayup penuh sinis. Tak yakin apakah tahun ini akan menjadi tahun yang menyenangkan. Tapi harus tetap dijalani tentunya. Masih banyak kerjaan yang harus saya tuntaskan di HMJ saya. Kuliah saya harus tuntas semester 7 ini juga. Semester depan harapannya sudah dapat pembimbing skripsi dan magang. Rasanya saya yang giliran harus berlari cepat. Saya sudah bosan sekali disini. Melihat orang-orang sok kuasa dimana-mana. Birokrasinya yang membuat saya naik pitam tiap hari.
Dan tetap, saya tetap ingin sekali menjadi pribadi yang sederhana. Menurut saya menjadi sederhana lebih mahal dan susah dari apapun.
Selamat ulang tahun hei “manusia stagnan”

CAHAYA ISLAM DI EROPA

Dipikiran banyak orang-orang, pasti tahun baru itu penuh dengan pesta, pergi keluar, bakar-bakar rumah daging atau aktivitas-aktivitas menyenangkan lainnya. Tapi, saya disini saja. Di kos. Sendiri. Review mata kuliah karena tanggal 2 saya harus ujian akhir semester. Kadang-kadang kampus saya memang tak tahu waktu ya.
Sebenarnya minggu-minggu ini minggu yang rada-rada berat bagi saya. Masih ingat kan saya dikasih tugas baru setahun ini. dan kepengurusan saya baru berjalan 5 bulan tapi saya sudah merasa lelah sekali. Apalagi ada cara besar yang panitianya tidak jelas mau apa jadi kepanitiaanya saya ambil alih.
Untuk mengimbangi stress tadi, saya baca buku. Bukunya bagus sekali. Recommended buata anda-anda yang ingin tahu sejarah islam di eropa. judulnya 99 Cahaya di Langit Eropa. Ceritanya ringan, gampang dicerna, jelas. Tidak berbelit dan muter-muterlah seperti buku sejarah kebanyakan. Penulisnya anaknya bapak Amien Rais. Saya juga belum tahu apakah sudah semua sejarah islam diceritakan dibuku ini karena saya tidak menemukan cerita penulis tentang muslim di Bosnia dan sekitanya. Mungkin di sana memang ada tidak ada peninggalan sejarah islam layaknya di Paris, Granada, atau di Istanbul jadi penulis tidak menjadikan bosnia dan negara-negara pecahan yugoslavia lainnya sebagai destinasi. Tapi, overall buku ini bagus sekali.
Setelah membaca buku tadi saya jadi tertarik dengan sejarah Islam sendiri. Kenapa berjayanya dan kenapa runtuhnya. Peninggalan apa saja yang sampai sekarang masih ada. tentang bagaimana islam bisa sampai ke Spanyol, Bosnia dan negara eropa lainya-mungkin. Setelah membacanya juga saya jadi semakin bangga dengana islam terutaama tentang kesederhanaannya.
Sayang, ujian kali ini menggangu sekali. Semoga cepat kelar saja dan saya bisa browsing-browsing lebih banyak lagi.

TWITTER ADALAH PANGKALAN ALAY KEDUA

Malam ini habis ngobrol dengan seorang teman yang sekolah di negeri seberang. Sebenarnya obrolan kami belum selesai tapi tiba-tiba saya dapat ide buat nulis ini. Twitter adalah pangkalan alay kedua
Ingatan saya samar-samar tentang sejak kapan saya sudah tak aktif di facebook. Selama waktu itu pula saya sudah terbiasa dan tidak ada masalah. Selain karena sudah bosan karena setiap hari melihat status lebai-makan aja up date, bangun tidur aja harus up date-, alasan personal juga mempengaruhi saya kala itu. Jadi saya langsung menghapus account facebook saya. Selamanya.
Kemudian saya pindah ke twitter. Karena twitter itu ‘medan’ yang relatif sepi dan saya juga tidak mau kehilangan kontak dengan teman-teman saya. Setelah merasa aman tadi, saya ngetwitnya keterusan. :agipula, menurut saya twitter itu lebih sehat ketimbang facebook. Banyak orang yang ngeshare tulisan, gambar, ataupun ilmu yang entah mengapa bagi saya lebih ponya bobot.
Tapi dari hari ke hari twitter jadi sarang alay juga- saya sampai ketularan, dikit sih. Nah, rasa ingin cabut dari dunia ini muncul lagi. Dan lagi-lagi, ada alasan personal.
Jadi, apa yang saya obrolkan dengan teman saya tadi apakah saya lebih baik deactive dari twitter sama halnya ketika saya deactive dr facebook dl. Belum terjawab, kami malah ngobrolin hal yang lain. Hal yang lebih penting tentunya.

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.